Karat Lemak Jangan Dipelihara› 25-01-2010
 | Masalah terbesar kesehatan orang sekarang, beban yang harus dipikul pembuluh darah tubuh. Kita tahu, umur manusia juga ditentukan oleh pembuluh darahnya. Hanya bila pembuluh darah tubuh terpelihara baik, umur bisa direntang lebih panjang, sebaliknya karena gaya hidup orang sekarang, nasib pembuluh darah tubuh tidak sebagus orang dulu. Dan itu yang acap berujung pada macam-macam penyakit perongrong umur. | Proses terbentuknya “karat lemak” pada dinding dalam pembuluh darah bukan kejadian sederhana dan dadakan. Perlu waktu lama, dengan sejumlah faktor penunjang, sehingga endapan “karat lemak” itu terus-menerus terbentuk.
Yang kerap terjadi, pembiaran terhadap keadaan yang memperburuk nasib pembuluh darah, terutama koroner jantung, otak, dan ginjal, selain bolamata. Disitu petaka yang beresiko merenggut nyawa umumnya terjadi. Mengendapkan lemak menjadi “karat” pada dinding pembuluh darah adalah proses yang tidak sederhana. Selain kadar lemak (lipid) darah yang terus dibiarkan tinggi, perlu ada faktor lain. Diantaranya radikal bebas, peradangan pembuluh darah,l hadirnya jenis kuman tertentu, defisiensi vitamin, dan kerusakan lapisan pipa pembuluh darah akibat benturan dersnya aliran darah. Dengan proses yang kompleks tersebut, terbentuklah aterosklerosis. Diperkirakan bila semua faktor yang menunjang terbentuknya aterosklerosis ini dibiarkan, sekurang-kurangnya “karat lemak” pembuluh darah akan bertambah tebal sekitar 2 persen setiap tahunnya. Hanya dalam tempo 25 tahun separuh penampang pipa pembuluh darah sudah tersumbat. Sekali karat lemak terbentuk tak mudah dirontokan. Belum ada obat yang mampu meluruhkan “karat” aterosklerosis yang terlanjur terbentuk. Baru-baru ini disebut-sebut peran niasin ( kelompok vitamin B), memberi khasiat yang sama, meski belum ada bukti kuat juga. Peran niasin baru sebatas meningkatkan kadar HDL (Kolesterol baik) yang lebih unggul dibandingkan dengan obat antilipid yang ada. Sumber: Gaya hidup sehat 543 |