Darah Tinggi, Kapan Minum Obat?› 02-02-2010
 | Jangan main-main dengan darah tinggi. Betul, makin banyak korban akibat pembiaran darah tinggi. Memang tidak langsung menjatuhkn korban. Namun bila darah tinggi dipelihara untuk waktu lama, petaka buruk itu bisa saja terjadi. Stroke salah satunya. Lalu orang bertanya, kapan wajib minum obat? |
Paling ideal kalau tekanan darah dipelihara sekitar 120/80. Dan untuk bisa sampai ke situ, belum tentu memerlukan obat. Karena betapa ringan pun, obat antihipertensi punya efek samping yang tak mengenakan. Mengendalikan tekanan darah tanpa obat bisa dilakukan dengan cara : - Menurunkan berat badan sampai batas ideal. Menghitung berat badan ideal dipakai formula Body Mass Index (BMI), yakni berat badan dalam kg dibagi pangkat dua tinggi badan dalam meter. Indeks idealnya antara 20-25.
- Membatasi asupan garam dapur, ditukar dengan garam rendah sodium (Low Sodium Salt) yang dijual bebas.
- Latihan fisik (exercises). Paling ideal dan membuahkan hasil dengan berjalan kaki tergopoh-gopoh. Berjalan secepat kita bisa, idealnya dengan laju 6 km/jam, menempuh waktu 45-50 menit/hari, 6 kali seminggu.
Bila setelah paling kurang dua minggu dengan tiga cara diatas, tensi masih tidak turun, mulai dipertimbangkan memakai obat. Tensi normal yang ideal 120/80, namun menurut WHO, sampai dengan 140/90 tergolong normal atas (hight normal) yang belum tentu perlu diintervensi obat. Dosis obat dimulai sekecil mungkin. Kalau dengan tiga cara menurunkan darah tinggi tanpa obat tidak berhasil, bukan berarti cara itu tidak berguna. Dengan menurunkan berat badan, berjalan tergopoh-gopoh dan diet rendah garam dapur, upaya penurunan tensi darah pasti terbantu. Mungkin berkat tambahan cara itu dosis obat tidak perlu terus tinggi. Sumber: Gayahidupsehat no.548 |