Yakes Telkom App

MONITOR KESEHATAN DENGAN YAKES TELKOM APP

Konsultasi DokterWAP & VIPKonfirmasi RJTL/RI
Medical RecordMedical Check UpInformasi
Login ke Yakes Telkom APPApp StoreGoogle Play

KEMBALI FITRI & KEMBALI PADA POLA MAKAN GIZI SEIMBANG

Kamis, 13 Juni 2019 - 09:04
KEMBALI FITRI & KEMBALI PADA POLA MAKAN GIZI SEIMBANG
Sumber gambar : yakestelkom.or.id
Setelah 30 hari berpuasa,moment Hari Raya Idul Fitri merupakan moment yang ditunggu- tunggu para umat muslim.  Bukan hanya moment silahturahminya tetapi juga berbagai hidangan khas yang disajikan, yang jarang ditemui pada hari lain. Seiring dengan tradisi yang berkembang di Indonesia hidangan khas seperti opor, rendang, sambal goreng, serta camilan berupa kue kering antara lain nastar, kastengel, putri salju adalah menu yang kerap ditemui pada saat hari kemenangan. Mengkonsumsinya tentu tidak dilarang, namun jika berlebihan akan mengakibatkan gangguan kesehatan karena hidangan- hidangan tersebut memiliki kandungan kalori, lemak, dan gula yang tinggi.
 
Yakes Family tentunya pernah mendengar berita yang cukup ramai beredar mengenai “3 buah nastar sama dengan sepiring nasi”. Nah apakah pernyataan tersebut benar adanya? Tentu saja, bahkan lebih! Hal ini dikarenakan dalam bahan dasar “makanan lebaran” terdapat tepung terigu, gula pasir, dan mentega yang memiliki nilai kalori yang cukup tinggi, apalagi jika ditambah dengan topping seperti keju, cokelat, kacang- kacangan, dan selai. Makanan ini nampak lebih “berbahaya” karena pasti akan susah untuk hanya memakan hanya 1 (satu) buah saja.
 
Konsumsi makanan- makanan tinggi kalori dan lemak tersebut dapat memicu timbulnya dislipidemia, yakni suatu kondisi terganggunya pencernaan lemak sehingga kadar lemak darah di antaranya LDL dan kolesterol, akan meningkat. Kandungan gula yang tinggi juga dapat menimbulkan tingginya kadar gula darah. Dapat dikatakan bahwa kenaikan kolesterol, gula, dan tekanan darah merupakan “penyakit musiman” yang menghantui pasca Idul Fitri. Kurangnya konsumsi serat juga dapat menimbulkan masalah baru yakni susah buang air besar/ sembelit.
 
Untuk itu, setelah libur hari raya Idul Fitri berakhir memang waktunya untuk kembali mengencangkan ikat pinggang alias kembali kepada pengaturan pola makan sehat sesuai dengan kaidah gizi seimbang. Berikut beberapa tips yang diberikan oleh Harnindya,S.Gz, Ahli Gizi Yakes Regional Jateng & DIY agar prinsip gizi seimbang tetap dapat diterapkan pasca Idul Fitri:
 
1.      Memperbaiki keteraturan pola makan
Keteraturan jadwal pola makan berarti memperbaiki keteraturan pengeluaran insulin sehingga dapat meningkatkan kestabilan gula darah, menjaga kondisi tubuh dengan meningkatkan sistem imunitas, serta mencegah terjadinya hipoglikemia atau kadar gula darah yang sangat rendah. Keteraturan pola makan tidak hanya pada jadwal/ jam makan saja, namun jumlah dan jenis makanan yang dikonsumsi juga harus diperhatikan. Salah satu hal yang perlu diwaspadai saat hari raya adalah “lapar mata”, dimana banyak disajikan berbagai macam makanan dan seolah ingin menyantap banyak makanan. Jika sudah demikian maka kita perlu menetapkan batas dalam mengkonsumsi jenis makanan tertentu juga jumlahnya.
 
2.      Memperbanyak konsumsi sayur dan buah
Tentunya Yakes Family belum lupa dengan anjuran piring makan dari Kemenkes yang telah disampaikan pada artikel sebelumnya, bahwa setengah dari piring makan harian diisi oleh sayur dan buah. Serat yang terkandung dalam buah dan sayur bukan hanya membantu buang air besar lebih lancar tapi juga dapat memperlambat berubahnya karbohidrat menjadi gula/ glukosa dalam tubuh. Selain itu,  dalam makanan yang tidak mengalami proses apapun masih mengandung enzim yang utuh. Enzim dari makanan menghindari pemborosan enzim yang dibuat oleh tubuh. Makanan yang miskin enzim membuat tubuh harus setiap kali mengeluarkan enzim agar pencernaan dapat berlangsung. Dalam sayur dan buah juga terkandung antioksidan yang dapat melindungi sel dari kerusakan karena kanker. Proses pemasakan dengan panas tinggi akan mengurangi bahkan menghilangkan kandungan antioksidan dalam makanan.
 
3.      Lakukan olahraga selama 150 menit dalam satu minggu
Setelah hampir satu bulan lamanya mengurangi aktivitas fisik pada saat bulan puasa, kini saatnya Anda harus rutin melakukan olahraga kembali. Mulailah dengan latihan yang bersifat ringan seperti gerakan- gerakan peregangan, jika sudah merasa nyaman dapat dilanjutkan dengan latihan beban seperti push up, squat, dan olahraga ringan lainnya. Agar terhindar dari rasa malas berolahraga, buatlah jadwal olahraga sehingga lebih mudah mengatur waktu dan lebih disiplin dalam melaksanakan olahraga tersebut,atau pilih olahraga yang bisa dilakukan secara berkelompok atau grup sehingga melakukannya lebih semangat dan fun.
 
Merayakan hari raya dengan berbagai sajian khas tentu bukan menjadi masalah, asalkan kita dapat mengendalikan apa yang kita makan. Menjaga kesehatan dan kebugaran tidak menjadi hal yang sulit, jika Yakes Family dapat menjaga pola makan sehat secara konsisten dan rutin melakukan olahraga. Semangat Sehat, Sehat Tanpa Obat ! (YKS-04)