Yakes Telkom App

MONITOR KESEHATAN DENGAN YAKES TELKOM APP

Konsultasi DokterWAP & VIPKonfirmasi RJTL/RI
Medical RecordMedical Check UpInformasi
Login ke Yakes Telkom APPApp StoreGoogle Play

ATASI SKOLIOSIS DENGAN GERAKAN PEREGANGAN STATIS

Kamis, 13 Juni 2019 - 17:15
ATASI SKOLIOSIS DENGAN GERAKAN PEREGANGAN STATIS
Sumber gambar : Kontributor Reg 3
skoliosis adalah kelainan bentuk pada tulang belakang dimana tulang belakang terjadi pembengkokan ke arah samping kiri atau kanan. Kelainan skoliosis ini sepintas terlihat sangat sederhana namun apabila diamati lebih jauh sesungguhnya terjadi perubahan yang luar biasa pada tulang belakang akibat perubahan bentuk tulang belakang secara 3 dimensi, yaitu perubahan struktur penyokong tulang belakang seperti jaringan lunak sekitarnya dan struktur lainnya. Skoliosis ini biasanya membentuk kurva “C” dan “S” (Rahayussalim, 2007).
 
Adapun jenisnya, skoliosis dibagi menjadi 2 jenis, yaitu :
  1. Skoliosis struktural, yang disebabkan oleh :
    1. Bahu tidak sama tinggi.
    2. Sebelah panggul tidak sama tinggi.
    3. Garis pinggang tidak sama tinggi.
    4. Payudara besar sebelah.
  2. Skoliosis non struktural, yang disebabkan oleh :
    1. Tabiat yang tidak baik seperti membawa tas yang berat pada sebelah bahu saja, postur badan yang tidak bagus.
    2. Kaki tidak sama panjang.
    3. Kesakitan.
Penyebab Skoliosis
 
Sebagian besar kasus skoliosis tidak ditemukan penyebabnya (idiopatik). Namun, terdapat beberapa kondisi yang dapat memicu terjadinya skoliosis, yaitu:
  1. Cedera tulang belakang.
  2. Infeksi tulang belakang.
  3. Bantalan dan sendi tulang belakang yang mulai aus akibat usia (skoliosis degeneratif).
  4. Bawaan lahir (skoliosis kongenital).
  5. Gangguan saraf dan otot (skoliosis neuromuskular)
Diagnosis Skoliosis
 
Diagnosis skoliosis dilakukan oleh dokter dimulai dengan menanyakan gejala yang dialami pasien dan penyakit yang pernah dialami. Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik.
Dalam pemeriksaan fisik, dokter akan meminta pasien untuk berdiri atau membungkuk. Dokter juga akan memeriksa kondisi saraf untuk mengetahui apakah ada otot yang lemah, kaku, atau menunjukkan refleks yang abnormal.
Selain pemeriksaan fisik, doter juga dapat melakukan pemeriksaan foto Rontgent dan CT scan untuk memastikan adanya skoliosis dan mengetahui tingkat keparahan lengkungan tulang belakang. Jika dokter mencurigai kelainan pada tulang belakang disebabkan oleh hal lain, maka dokter dapat melakukan pemindaian dengan MRI.
 
Terapi Skoliosis Dengan Gerakan Peregangan Statis
 
Penanganan skoliosis dilakukan berdasarkan tingkat keparahan, usia, serta kondisi lengkungan tulang belakang. Terapi Skoliosis juga bisa ditangani dengan melakukan olahraga yang baik, benar, dan teratur, serta disesuaikan dengan kondisi. Salah satu aktivitas fisik yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan peregangan statis
Berikut adalah panduan gerakan peregangan statis  yang bisa dilakukan oleh penderita skoliosis :
 
1. Cobra Pose
 
cobra-pose.png
Sumber Gambar : Kontributor Reg 3
 
2. Child Pose
 
child-pose.png
Sumber Gambar : Kontributor Reg 3
 
3. Seated Twist 
 
seated-twist.png
Sumber Gambar : Kontributor Reg 3
 
4. Forward Fold
 
forward-fold.png
Sumber Gambar : Kontributor Reg 3
 
5. High Lunge
 
high-lunge.png
Sumber Gambar : Kontributor Reg 3
 
6. Elbow Plank
 
elbow-plank.png
Sumber Gambar : Kontributor Reg 3
 
7. Bridge
 
bridge.png
Sumber Gambar : Kontributor Reg 3
 
8. Triangle
 
triangle-pose.png
Sumber Gambar : Kontributor Reg 3
 
Gerakan diatas bisa dilakukan dengan hitungan 10 - 15 detik per tiap gerakan dan diulangi sebanyak 3 set per tiap gerakan.
 
Semoga Bermanfaat!
(YKS03-02)
 
Referensi :
Modul Konsep Penyakit – Penyakit Yang Sering Muncul Pada Kasus Sistem Muskuloskeletal (Dewi Fitriani : STIKES Widya Dharma Husada Tangerang, 2016)