Info Terbaru

image-newest
Info Kesehatan

Rahasia Tulang Kuat dan Sendi Bebas Nyeri di Usia Senja Minggu, 20 September 2026 09:58 WIB Pernahkah Anda merasa lutut berbunyi "krek" saat bangkit dari kursi, atau punggung terasa kaku setelah menggendong cucu? Jika iya, Anda tidak sendirian. Seiring bertambahnya usia, tubuh kita mengalami perubahan alami. Kepadatan tulang mulai menurun (osteoporosis), massa otot menyusut (sarkopenia), dan pelumas pada sendi tidak lagi seoptimal dulu (osteoartritis). Keluhan seperti pegal linu, encok, atau tubuh yang terasa kaku di pagi hari sering kali dianggap sebagai "penyakit wajar orang tua". Padahal, usia senja bukanlah alasan untuk berhenti bergerak bebas. Dengan beberapa penyesuaian gaya hidup, Anda tetap bisa beraktivitas dengan nyaman tanpa gangguan nyeri tulang, otot, maupun sendi. Berikut adalah panduan praktis yang bisa Anda terapkan mulai hari ini: 1. Tetap Aktif Bergerak (Gunakan Prinsip Use It or Lose It) Otot dan sendi ibarat mesin; jika jarang digunakan, ia akan berkarat dan kaku. Olahraga ringan yang rutin justru berfungsi melumasi persendian dan memperkuat otot penyangga tulang. Pilihan aktivitas: Jalan kaki pagi, berenang, senam tera, atau bersepeda statis. Latihan peregangan: Lakukan peregangan ringan setiap pagi atau setelah duduk lebih dari 60 menit. Ini membantu menjaga kelenturan dan mencegah kaku otot. 2. Perhatikan Postur Tubuh dan Cara Mengangkat Barang Sering kali, cedera otot dan sendi pada lansia tidak terjadi karena olahraga berat, melainkan karena aktivitas harian dengan postur yang salah. Saat ingin mengambil barang di lantai atau mengangkat beban (seperti galon atau pot tanaman), jangan langsung membungkuk. Biasakan untuk menekuk lutut, berjongkok terlebih dahulu, dan gunakan kekuatan otot paha serta kaki untuk berdiri. Jaga punggung tetap lurus agar tulang belakang terhindar dari tekanan berlebih. 3. Penuhi "Bahan Bakar" Tulang dan Otot Nutrisi adalah fondasi utama peremajaan sel tubuh. Pastikan piring makan Anda mengandung: Kalsium & Vitamin D: Susu rendah lemak, keju, ikan teri, sayuran hijau, dan jangan lupa berjemur di bawah sinar matahari pagi (sebelum jam 9 pagi) selama 10-15 menit untuk asupan Vitamin D alami. Protein: Sangat penting untuk menjaga massa otot agar tidak cepat menyusut. Konsumsi telur, ikan, tahu, tempe, dan dada ayam. 4. Jaga Berat Badan Ideal Setiap kilogram berat badan berlebih akan memberikan beban ekstra pada sendi penopang tubuh, terutama lutut dan pinggul. Menjaga berat badan tetap ideal adalah salah satu cara paling efektif untuk mencegah dan mengurangi nyeri sendi. 5. Jangan Abaikan Sinyal Tubuh Rasa nyeri adalah cara tubuh berkomunikasi. Jika Anda merasakan nyeri sendi yang tajam, bengkak, atau tidak kunjung hilang setelah beristirahat, jangan dipaksa untuk terus beraktivitas dan hindari mengurut area yang meradang secara sembarangan. Menua Itu Pasti, Tetap Aktif Itu Pilihan Menjaga kesehatan tulang, otot, dan sendi adalah investasi jangka panjang agar kita bisa menikmati masa pensiun dengan mandiri, bahagia, dan bebas beraktivitas bersama keluarga tercinta. Mulailah dari langkah kecil hari ini: perbaiki postur tubuh dan rutin bergerak. Punya keluhan seputar tulang dan sendi, atau ingin berkonsultasi mengenai program kebugaran yang aman untuk lansia? Jangan ragu untuk mengunjungi klinik atau fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan langsung dari ahlinya.

image-newest
Info Kesehatan

Kebiasaan yang Perlu Diperhatikan untuk Menjaga Kesehatan Usus Besar Jumat, 11 September 2026 08:10 WIB Kanker kolorektal atau kanker usus besar kini tidak hanya menjadi perhatian pada usia lanjut. Meningkatnya kasus kanker kolorektal pada orang dewasa muda dapat menjadi perhatian. Karena itu, menjaga kesehatan usus sejak dini penting dilakukan melalui pola makan dan gaya hidup yang lebih sehat. Salah satu yang perlu diperhatikan adalah konsumsi daging merah dan daging olahan. Menurut ahli onkologi Christopher G. Cann, daging merah, daging asap, daging yang diawetkan, serta daging olahan seperti salami, pepperoni, dan chorizo berkaitan dengan peningkatan risiko kanker usus besar jika dikonsumsi terlalu sering. Konsumsi daging merah secara rutin juga dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung dan demensia, serta dapat memberikan dampak negatif terhadap sistem kekebalan tubuh.  Walaupun harus diperhatikan, Ahli onkologi tersebut menyebutkan makanan tersebut bukan berarti harus dihindari sepenuhnya. Kuncinya adalah membatasi frekuensi dan jumlah konsumsinya. 3 Kebiasaan Yang Juga Perlu Diperhatikan Menjaga kesehatan usus besar bukan hanya tentang apa yang ada di piring. Beberapa kebiasaan sehari-hari juga dapat memengaruhi risiko kanker kolorektal. Berikut diantaranya: Batasi Alkohol Konsumsi alkohol berlebihan dapat meningkatkan risiko berbagai jenis kanker, termasuk kanker kolorektal. Semakin bijak konsumsinya, semakin baik untuk kesehatan. Jauhi Rokok Merokok bukan hanya berdampak pada paru-paru. Penelitian menunjukkan bahwa perokok memiliki risiko kanker kolorektal hingga 39% lebih tinggi. Luangkan waktu untuk tetap aktif Kurang bergerak dapat berdampak pada kesehatan tubuh. Sebaliknya, aktivitas fisik rutin dapat membantu menurunkan risiko kanker usus besar hingga 30%. Menjaga kesehatan usus besar bisa dimulai dari kebiasaan sederhana. Batasi daging merah dan olahan, kurangi alkohol, hindari rokok, dan luangkan waktu untuk tetap aktif bergerak. Jangan lupa dengarkan kondisi tubuh. Jika muncul gejala atau perubahan yang terasa tidak biasa, jangan menunggu terlalu lama untuk memeriksakannya. Yuk, mulai jaga kesehatan usus dari pilihan yang kita lakukan setiap hari.

image-newest
Info Kesehatan

Fisik Nggak Ngapa-ngapain, tapi Kok Lemas Banget? Ini Biang Keroknya! Rabu, 09 September 2026 08:08 WIB Pernahkah kamu merasa kehabisan energi di sore hari, padahal sejak pagi "hanya" duduk di depan laptop atau menatap layar HP? Jangan buru-buru menyalahkan cuaca atau kurang minum kopi. Kelelahan ekstrem yang datang tanpa aktivitas fisik berat ini punya nama: Digital Fatigue atau kelelahan digital. Kondisi ini bukan sekadar mata yang terasa perih. Jika dibiarkan, kelelahan akibat paparan layar terus-menerus bisa merembet menjadi beban fisik dan mental yang serius. Mengapa Layar Bisa Membuat Kita "Tumbang"? Secara logika, duduk di kursi seharusnya menghemat energi. Namun, saat kita menatap layar berjam-jam, otak kita sebenarnya sedang bekerja maraton. Otak menerima terlalu banyak rangsangan visual secara bersamaan—mulai dari teks yang bergerak, transisi warna, hingga cahaya biru (blue light) yang dipancarkan oleh layar. Ditambah lagi, posisi tubuh kita cenderung statis dan jarang bergerak (sedentary). Kombinasi antara overstimulasi otak dan otot yang kaku inilah yang akhirnya menyedot energi kita habis-habisan. Kenali Gejala Digital Fatigue Kelelahan digital sering kali datang perlahan. Berikut adalah tanda-tanda bahwa tubuh dan pikiranmu sudah kewalahan menghadapi layar: Fisik: Sakit kepala (terutama di area dahi), nyeri pada leher dan bahu (tech neck), serta mata kering, perih, atau pandangan kabur. Mental & Kognitif: Susah fokus (konsentrasi mudah buyar), brain fog (otak terasa berkabut), dan produktivitas yang menurun tajam meski tenggat waktu menumpuk. Emosional & Pola Hidup: Gampang terpancing emosi (iritabilitas), merasa burnout, hingga pola tidur yang berantakan atau insomnia. Cara Tepat Mengatasi Kelelahan Digital Jangan tunggu sampai tubuh benar-benar tumbang, Yakes Fams! Kesehatan adalah investasi jangka panjang. Mari mulai batasi dampak buruk layar dengan langkah-langkah proaktif berikut: 1. Terapkan Aturan Istirahat Mata (20-20-20) Jangan biarkan mata terpaku pada jarak dekat terlalu lama. Rutin istirahatkan mata dengan aturan 20-20-20: Setiap 20 menit menatap layar, alihkan pandangan ke objek berjarak 20 kaki (sekitar 6 meter) selama minimal 20 detik. 2. Sempatkan Micro-Breaks dan Peregangan Tubuh manusia dirancang untuk bergerak. Di sela-sela duduk lama, berdirilah setiap 1-2 jam sekali. Lakukan peregangan ringan pada area leher, bahu, dan punggung bawah untuk melancarkan sirkulasi darah dan melepas ketegangan otot. 3. Evaluasi Ergonomi Meja Kerjamu Pastikan posisi dudukmu nyaman dan mendukung postur tulang belakang. Layar laptop atau monitor harus sejajar dengan mata (agar leher tidak menunduk), telapak kaki menapak datar di lantai, dan gunakan kursi yang menopang punggung bagian bawah (lumbar support). 4. Lakukan Digital Detox Sebelum Tidur Cahaya biru dari layar menekan produksi melatonin (hormon tidur). Kurangi screen time setidaknya 1 jam sebelum tidur. Matikan juga notifikasi aplikasi yang tidak penting agar pikiran bisa benar-benar beristirahat tanpa gangguan fear of missing out (FOMO). Menjaga keseimbangan antara produktivitas digital dan kesehatan tubuh adalah kunci agar kita bisa tetap aktif berkarya.

image-newest
Info Kesehatan

Pilihan Minuman untuk Jantung Sehat: Mana yang Baik dan Perlu Dibatasi? Senin, 07 September 2026 21:15 WIB Saat merasa haus, air putih tentu menjadi pilihan utama yang paling menyegarkan. Mengingat tubuh kita sebagian besar terdiri dari air, hidrasi yang cukup sangat penting untuk menjaga fungsi organ vital, termasuk jantung. Air membantu menjaga sirkulasi darah agar tetap lancar dalam membawa oksigen serta nutrisi ke seluruh tubuh. Selain mudah didapat dan bebas kalori, air putih adalah cara terbaik untuk memenuhi cairan harian. Jika ingin sedikit variasi rasa tanpa tambahan gula, Anda bisa mencampurkan potongan buah segar, lemon, mentimun, atau daun mint ke dalam air putih atau sparkling water. Di luar air putih, ada beberapa jenis minuman lain yang aman dan baik untuk mendukung kesehatan jantung, asalkan dikonsumsi dengan bijak. Pilihan Minuman yang Baik untuk Jantung Susu Tanpa Rasa: Sumber protein, kalsium, dan mineral yang baik bagi tubuh. Jika Anda memiliki kadar kolesterol tinggi, pilihlah produk susu rendah lemak (low fat). Susu Nabati: Susu kedelai, almond, oat, atau beras adalah alternatif yang tepat bagi yang menghindari susu sapi. Pastikan memilih produk yang sudah difortifikasi kalsium serta rendah atau tanpa gula tambahan. Teh: Nikmati teh sebagai bagian dari pola makan sehat Anda. Hal yang perlu diingat adalah membatasi gula tambahan dan mengontrol kandungan kafeinnya, terutama bagi yang sensitif. Kopi: Kopi tetap bisa dinikmati dengan bijak. Hindari penambahan gula berlebih, krimer, sirup manis, atau es krim yang dapat melipatgandakan kalori. Batasi asupan kafein harian agar tidak lebih dari 400 mg per hari. Jus Buah atau Sayuran 100%: Mengonsumsi buah dan sayur dalam bentuk utuh tentu yang paling dianjurkan. Namun, sesekali menikmati sekitar 125 ml jus murni 100% tetap bisa menjadi pilihan menyegarkan. Hindari minuman rasa buah buatan yang tinggi gula tambahan. Bagaimana dengan Kombucha? Kombucha adalah teh fermentasi yang kini semakin populer. Meski demikian, bukti ilmiah mengenai manfaat kesehatannya secara spesifik masih terbatas. Jika ingin mencobanya, selalu teliti label kemasan karena kadar gula dan bahan tambahannya sangat bervariasi. Ingat, tidak semua produk kombucha otomatis lebih sehat dibanding minuman lainnya. Minuman yang Sebaiknya Dibatasi Untuk menjaga kesehatan jantung jangka panjang, ada beberapa jenis minuman yang perlu Anda batasi atau hindari: Minuman Manis: Termasuk minuman bersoda, teh manis kemasan, jus buah kemasan berpemanis, sirup, minuman energi, serta minuman olahraga (sports drinks). Jenis minuman ini kaya akan gula dan kalori kosong, namun sangat rendah nutrisi. Bagaimana dengan pemanis alternatif seperti stevia? Pemanis jenis ini memberikan rasa manis tanpa tambahan kalori seperti gula pasir. Kendati demikian, penelitian mengenai dampak jangka panjangnya bagi kesehatan masih terus berjalan, sehingga penggunaannya tetap perlu bijak. Minuman Beralkohol: Konsumsi alkohol terbukti meningkatkan berbagai risiko masalah kesehatan, termasuk gangguan kardiovaskular. Jika Anda bukan peminum alkohol, tidak ada alasan untuk mulai mencobanya demi kesehatan. Tetap jadikan air putih sebagai sahabat utama hidrasi harian Anda, Yakes Fams! Mulailah lebih cermat dan bijak memilih minuman hari ini demi investasi kesehatan jantung yang lebih baik di masa depan.

image-newest
Info Kesehatan

Awas Overheat! Boleh Lari Saat Cuaca Panas, Asal Tahu Aturan Mainnya Jumat, 04 September 2026 21:17 WIB Sinar matahari pagi yang cerah atau semburat senja di sore hari sering kali menjadi teman terbaik bagi para pencinta olahraga lari. Di jalanan kota hingga taman-taman, semangat untuk terus bergerak dan mengayunkan langkah seolah tak pernah pudar. Namun, ada kalanya cuaca berubah menjadi sangat terik. Bagi sebagian pelari, cuaca panas mungkin sekadar dianggap sebagai tantangan ekstra untuk mengeluarkan lebih banyak keringat. Tapi, tahukah Anda bahwa di balik hangatnya mentari, ada ancaman diam-diam yang menanti jika kita tak waspada? Namanya heat stroke. Ini bukanlah sekadar rasa gerah atau lelah biasa setelah berlari. Heat stroke adalah kondisi kegawatdaruratan medis ketika suhu tubuh melonjak sangat tinggi dan tubuh kehilangan kemampuannya untuk mendinginkan diri secara alami. Layaknya mesin kendaraan yang terlalu panas (overheat), tubuh kita pun bisa "mogok" jika terus dipaksakan berlari menembus sengatan terik tanpa persiapan yang matang. Dengarkan Sinyal Tubuh: Kenali Tanda-Tandanya Lalu, bagaimana tubuh memberi tahu kita bahwa ia sedang kewalahan menahan panas? Cobalah untuk lebih peka. Jika di tengah asyiknya ayunan langkah, Anda tiba-tiba merasakan hal-hal berikut, itu adalah alarm alami tubuh: Mendera rasa pusing atau sakit kepala yang hebat. Perut terasa bergejolak tidak nyaman, memicu rasa mual hingga muntah. Jantung berdebar sangat cepat, jauh melebihi ritme letih saat olahraga biasanya. Pikiran mulai dilanda kebingungan atau sulit berkonsentrasi. Kulit terasa sangat panas namun mengering, seolah kehabisan keringat untuk mendinginkan diri. Pandangan menggelap yang bisa berujung pada pingsan atau hilangnya kesadaran. Jangan pernah mengabaikan sinyal-sinyal di atas. Menghentikan langkah sejenak jauh lebih berharga daripada memaksakan ego. Tips Hangat Agar Lari Tetap Nyaman dan Aman Meski begitu, jangan biarkan kekhawatiran ini menyurutkan semangat olahraga Anda. Berlari di tengah cuaca panas tetap bisa menjadi aktivitas yang menyenangkan, asalkan kita tahu cara berdamai dengan cuaca. Berikut lima langkah amannya: Pilih Waktu yang Tepat: Hindari menantang matahari di puncak teriknya. Usahakan untuk memulai sesi lari pada pagi hari yang masih sejuk, atau saat sore menjelang malam ketika paparan panas sudah jauh mereda. Cukupi Cairan Tubuh: Air adalah sahabat terbaik pelari. Minum air putih dengan cukup sebelum, selama, dan setelah berlari. Jika Anda merencanakan rute yang jauh, penuhi juga kebutuhan elektrolit untuk mengganti garam tubuh yang hilang. Gunakan Pakaian yang "Bernapas": Tinggalkan jaket tebal yang memerangkap panas. Pilihlah pakaian dengan warna terang, berbahan ringan, longgar, dan mudah menyerap keringat. Biarkan tubuh Anda melepaskan panasnya dengan lega. Jangan Memaksakan Diri: Dengarkan apa kata tubuh Anda. Jika rasa lelah mulai terasa tak wajar, pusing, atau muncul rasa tidak nyaman sekecil apa pun, segera turunkan kecepatan, berhenti, dan cari tempat berteduh. Lakukan Pendinginan yang Layak: Setelah garis finis Anda tercapai, bantu turunkan suhu tubuh secara perlahan dengan berteduh. Anda juga bisa mengompres area leher atau ketiak dengan handuk basah yang dingin, dan kembalikan hidrasi dengan minum air secara bertahap. Pada akhirnya, lari yang aman selalu dimulai dari persiapan yang tepat. Kombinasi antara niat yang baik, hidrasi yang cukup, dan kebijaksanaan dalam mengenali batas kemampuan diri akan membuat setiap langkah Anda bebas dari bayang-bayang heat stroke. Selamat berlari, jaga kesehatan, dan nikmati setiap ayunan langkah Anda dengan aman!

image-newest
Info Kesehatan

Benarkah Penderita Asam Urat Pantang Makan Sayuran Hijau? Rabu, 02 September 2026 21:18 WIB Selama ini, banyak masyarakat khususnya penderita asam urat meyakini bahwa mereka harus menghindari atau bahkan berhenti total mengonsumsi sayuran hijau. Sayuran kerap dituduh sebagai biang kerok pemicu melonjaknya kadar asam urat yang menyebabkan nyeri sendi hebat. Namun, benarkah anggapan medis tersebut? Ternyata, anggapan bahwa penderita asam urat dilarang makan sayuran hijau hanyalah mitos belaka. Faktanya, sebagian besar sayuran hijau memiliki kandungan purin yang rendah. Purin adalah zat yang ketika dipecah oleh tubuh akan menghasilkan asam urat. Mengingat kandungan purin pada sayur hijau tergolong minim, bahan pangan ini umumnya sangat aman dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan dengan gizi seimbang. Pilihan Sayuran yang Aman dan Perlu Dibatasi Penderita asam urat tidak perlu ragu untuk melengkapi piring makan harian mereka dengan sayur-mayur. Beberapa jenis sayuran yang terbukti aman dan direkomendasikan untuk dikonsumsi meliputi: Selada Mentimun Wortel Kale Paprika Kol merah Kentang Meski mayoritas aman, memang ada beberapa sayuran yang mengandung purin sedikit lebih tinggi. Sayuran jenis ini bukan berarti harus dihindari sepenuhnya, melainkan hanya perlu dibatasi porsi konsumsinya. Sayuran yang masuk dalam kategori ini antara lain bayam, asparagus, dan kembang kol. Waspada, Inilah Pemicu Asam Urat yang Sebenarnya! Alih-alih memusuhi sayuran, penderita asam urat justru harus lebih waspada terhadap jenis makanan dan minuman lain yang sudah terbukti secara medis memiliki kadar purin sangat tinggi. Risiko kekambuhan justru lebih sering dipicu oleh hal-hal berikut: Jeroan: Hindari konsumsi organ dalam hewan karena kandungan purinnya sangat tinggi. Daging Merah: Konsumsi berlebih pada daging sapi, kambing, atau domba dapat meningkatkan asam urat secara drastis. Seafood Tertentu: Batasi hidangan laut seperti udang, kerang, sarden, dan tuna. Minuman Beralkohol: Alkohol diketahui dapat menghambat proses pengeluaran asam urat dari dalam tubuh. Minuman Tinggi Gula atau Fruktosa: Minuman manis dapat meningkatkan produksi asam urat secara signifikan di dalam tubuh. Langkah Tepat Mencegah Kekambuhan Membatasi makanan pemicu di atas terbukti jauh lebih efektif dalam mencegah serangan asam urat dibandingkan dengan menghindari sayuran hijau. Selain menjaga pola makan, gaya hidup sehat juga memegang peranan krusial. Pakar kesehatan menyarankan masyarakat untuk memperbanyak minum air putih untuk membantu kerja ginjal, menjaga berat badan agar tetap ideal, serta rutin melakukan aktivitas fisik atau berolahraga. Kesimpulannya, konsumsi sayuran hijau tetap penting untuk menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan. Hal yang perlu diperhatikan adalah variasi jenis makanan secara keseluruhan, mengontrol porsi makan, dan menerapkan pola hidup sehat, bukan sekadar menghindari sayur-sayuran.

image-newest
Info Kesehatan

Pemicu Kanker Bisa Berasan dari Kebiasaan Sehari-hari Senin, 31 Agustus 2026 21:19 WIB Selama ini, banyak yang mengira bahwa ancaman utama penyakit kanker hanya datang dari kebiasaan merokok atau paparan polusi udara berlebih. Namun tahukah Anda? Ancaman mematikan ini nyatanya bisa menyelinap tanpa disadari melalui kebiasaan sehari-hari, terutama dari makanan yang rutin kita konsumsi. Pemicu utama kondisi ini adalah zat karsinogen. Karsinogen adalah agen atau zat yang memiliki kemampuan merusak DNA di dalam sel tubuh. Paparan yang terjadi secara berulang dan dalam jangka waktu panjang akan secara signifikan meningkatkan risiko terbentuknya sel kanker. Lantas, dari mana karsinogen ini berasal? Berikut adalah tiga kebiasaan konsumsi yang diam-diam bisa memicu kanker: 1. Ikan Asin (Zat Karsinogen: Nitrosamin) Ikan asin memang lezat dan sering menjadi menu favorit masyarakat Indonesia. Sayangnya, proses penggaraman dan pengawetan pada ikan asin dapat membentuk zat karsinogen bernama nitrosamin. Konsumsi ikan asin secara berlebihan telah dikaitkan dengan peningkatan risiko beberapa jenis kanker, terutama kanker nasofaring. 2. Minuman Beralkohol (Zat Karsinogen: Asetaldehida) Ketika alkohol masuk ke dalam tubuh, ia akan dipecah menjadi asetaldehida—sebuah senyawa beracun yang dapat merusak sel. Mengonsumsi alkohol secara rutin terbukti meningkatkan risiko kanker pada berbagai organ tubuh, seperti area mulut, tenggorokan, kerongkongan, hati, hingga payudara. 3. Makanan Terlalu Gosong atau Krispi (Zat Karsinogen: Akrilamida) Bagi Anda pencinta keripik kentang, kentang goreng, atau roti bakar yang dipanggang hingga kecokelatan, Anda perlu lebih berhati-hati. Makanan tinggi karbohidrat yang dimasak pada suhu tinggi (digoreng, dipanggang, atau dibakar) dapat memicu terbentuknya akrilamida. Bagaimana Zat Ini Merusak Tubuh? Paparan zat karsinogen yang berlangsung terus-menerus dapat memicu mutasi atau kerusakan DNA. Jika tubuh gagal memperbaiki kerusakan tersebut, sel akan mengalami anomali dengan tiga fase berbahaya: Tumbuh Tidak Terkendali: Sel mengalami perubahan dan mulai membelah diri jauh lebih cepat daripada sel normal. Kehilangan "Rem" Pertumbuhan: Sel abnormal tidak lagi merespons sinyal alami tubuh untuk berhenti tumbuh. Membentuk Massa Kanker: Sel terus menumpuk membentuk massa atau tumor yang dapat merusak jaringan sekitar dan menyebar ke bagian tubuh lain (metastasis). Cara Mengurangi Risiko Mulai dari Sekarang Risiko kanker sangat bisa diminimalisasi dengan mengubah gaya hidup dan pola makan. Lakukan lima langkah kebiasaan sehat berikut: Batasi konsumsi makanan olahan yang diasinkan atau diawetkan. Hindari konsumsi alkohol sepenuhnya. Hindari kebiasaan mengonsumsi makanan yang terlalu gosong, terlalu matang, atau dimasak dengan suhu yang kelewat tinggi. Perbanyak porsi makanan utuh segar, terutama sayuran dan buah-buahan yang kaya antioksidan. Terapkan pola hidup sehat dan tetap aktif berolahraga setiap hari. Lindungi kesehatan Anda sejak dini. Mengenali sumber pemicu kanker dan membiasakan hidup sehat adalah investasi terbaik untuk masa depan Anda.

image-newest
Info Kesehatan

Awas 'Encok' Dini! Lakukan 6 Gerakan Ini Tanpa Harus Berdiri dari Kursi Kerjamu Jumat, 28 Agustus 2026 21:21 WIB Rutinitas mengejar deadline sering kali menuntut kita duduk terpaku berjam-jam di depan layar. Saking fokusnya, tubuh yang tadinya tegap perlahan makin membungkuk mendekati monitor. Tanpa disadari, kebiasaan ini memicu rasa pegal, kaku pada persendian, dan rasa lelah yang lebih cepat datang meski kita tidak melakukan aktivitas fisik berat. Duduk terlalu lama memang menjadi musuh senyap bagi sirkulasi darah dan otot. Namun, tenang saja! Menjaga kebugaran saat bekerja tidak selalu harus dilakukan di pusat kebugaran. Anda bisa mengembalikan kesegaran tubuh dengan meluangkan waktu beberapa menit saja untuk stretching ringan, langsung dari kursi kerja Anda. Berikut adalah 6 gerakan peregangan praktis yang bisa langsung Anda sontek untuk mengusir rasa kaku di tengah kesibukan: 1. Peregangan Leher untuk Usir Ketegangan Sering merasa tengkuk berat dan kaku? Cobalah miringkan dan putar leher secara perlahan ke arah kanan dan kiri. Gerakan sederhana ini sangat efektif mengurangi ketegangan pada area leher dan pundak. Ingat, lakukan dengan lembut dan hindari membunyikan leher secara paksa agar tidak memicu cedera. 2. Putar Bahu, Lepaskan Beban Beban pekerjaan tak jarang membuat area bahu menegang. Putarlah bahu ke depan dan ke belakang secara bergantian sebanyak 10–15 kali. Gerakan ini akan membantu me-rileks-kan otot setelah terlalu lama diam dalam posisi mengetik. 3. Lemaskan Pergelangan Tangan Penggunaan keyboard dan mouse secara intens adalah pemicu utama kekakuan jari dan pergelangan tangan. Putar pergelangan tangan searah dan berlawanan arah jarum jam masing-masing 10–15 kali agar pergerakan tangan kembali luwes dan terhindar dari kram. 4. Buka Dada, Perbaiki Postur Layar monitor sering kali "menarik" postur tubuh kita untuk membungkuk. Lawan kebiasaan ini dengan merentangkan kedua tangan ke samping, tarik bahu ke belakang, lalu tahan selama beberapa detik. Gerakan ini adalah kunci untuk memperbaiki postur tubuh bagian atas. 5. Jangan Lupakan Pergelangan Kaki Sirkulasi darah di area kaki kerap terhambat saat kita duduk terlalu lama. Angkat sedikit kaki Anda dari lantai, lalu putar pergelangan kaki secara perlahan ke dua arah. Gerakan ini akan melancarkan sirkulasi darah bagian bawah dan mencegah rasa kesemutan. 6. Aktifkan Otot Perut Otot inti (core) yang kuat akan membantu Anda duduk lebih tegak dan stabil. Kencangkan otot perut selama beberapa detik, lalu lepaskan perlahan. Ulangi gerakan ini beberapa kali untuk menjaga kekuatan otot perut selama bekerja. Bangun Kebiasaan Kecil untuk Perubahan Besar Peregangan di atas akan jauh lebih efektif jika diimbangi dengan kebiasaan ergonomis di meja kerja. Agar tubuh tetap fit hingga jam pulang kerja tiba, pastikan Anda mulai menerapkan kebiasaan kecil berikut ini: Pasang pengingat waktu: Biasakan untuk mengambil jeda dan melakukan peregangan rutin setiap 45–60 menit sekali. Atur pandangan mata: Pastikan posisi monitor sejajar dengan pandangan mata agar leher tidak terus-terusan menunduk atau mendongak. Duduk dengan postur tepat: Biasakan duduk dengan punggung tegak bersandar, siku membentuk sudut 90 derajat, dan telapak kaki menapak penuh di lantai. Curi waktu untuk berjalan: Sesekali berdirilah, entah sekadar untuk mengambil air minum atau berjalan singkat ke meja rekan kerja, agar tubuh tetap aktif. Menyelesaikan pekerjaan dengan baik memang penting, namun menjaga kesehatan tubuh Anda jauh lebih utama. Gerakan-gerakan simpel ini adalah bentuk investasi kecil untuk menciptakan hari kerja yang lebih produktif, nyaman, dan pastinya bebas pegal!

Info Terpopuler

Berita

Digitalisasi Klinik Percetakan Negara, Terobosan Baru dalam Pelayanan Rabu, 16 Desember 2020 03:29 WIB Jakarta – Sebagai implementasi dari pemanfaatan teknologi dalam program POT CINTA, Yakes Telkom meresmikan Yakes Fitness Center yang telah direnovasi serta Digitalisasi Klinik Percetakan Negara di Jalan Percetakan Negara, Jakarta pada Kamis sore lalu(12/11). Upaya digitalisasi setiap program dan layanan Yakes ini ditujukan untuk mempermudah pelanggan dalam mendapatkan layanan sesuai dengan visi TelkomGroup, menjadi digital telco untuk memajukan masyarakat. Kegiatan launching dimulai dengan pemotongan pita secara simbolik oleh Afriwandi, selaku Direktur Human Capital Management TelkomGroup sebagai tanda peresmian dibukanya Yakes Fitness Center dan Digitalisasi Klinik Percetakan Negara. Dalam sambutannya, Afriwandi mengapresiasi kinerja Yakes Telkom dalam meningkatkan customer experience, khususnya memasukkan unsur digital dalam pelayanannya. “Yakes kini sudah berubah menjadi lebih baik, saya yakin kedepannya pasti bisa meningkatkan sistemnya lagi. Apalagi saya dengar citra Yakes Telkom di pelanggan itu positif, itu sangat bagus. Dengan begitu, citra Telkom pun akan ikut menjadi baik”, jelas Afriwandi. Pada kesempatan ini T.Zilmahram selaku Direktur Utama Yakes Telkom memaparkan sekilas tentang jejak langkah Yakes Telkom dalam mewujudukan visi menjadi institusi terbaik di Indonesia dalam mengelola layanan kesehatan berbasis managed care dan teknologi digital terkini. “Saat ini Yakes memiliki program-program POT CINTA untuk menjadi layanan yang lebih proaktif dalam melayani pelanggan. Seperti Sabaya, Yakin, Taman Sehati, Seharum, Kopi Cinta, Digikes, Café Poci, Kozi, Courtesy serta adanya dashboard secara realtime mengenai informasi covid di Telkom Group dan dashboard mengenai informasi investasi” jelas Zil. Kepala Area II Yakes Telkom, Anastasia Muriani juga turut menjelaskan mengenai pelayanan di Klinik Percetakan Negara yang kini semuanya sudah berbasis digital, mulai dari screening hingga konsultasi dengan dokter. “Klinik PN ini akan tetap menjalankan protokol COVID, pengukuran suhu tubuhnya sudah menggunakan thermoscan, tidak lagi memakai thermometer yang ‘ditembakkan’ ke dahi. Kemudian sebelum masuk ke poliknlik, pelanggan akan melakukan triase covid terlebih dahulu melalui website yang telah kami siapkan” jelas Anas. Bagi pelanggan yang ingin mengunjungi Poliklinik Percetakan Negara, lanjut Anas, bisa menggunakan Yakes Mobile untuk menentukan jadwal konsultasi, supaya tidak harus menunggu lama untuk mendapatkan pelayanan dari dokter. Anas juga menambahkan ragam layanan yang tersedia di Poliklinik Percetakan Negara. “Disini itu nanti ada layanan restitusi secara online, ada Café Poci yaitu café yang menyediakan makanan dan minuman bergizi untuk para pelanggan kita, serta taman sehati” pungkasnya. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan penandatangan prasasti secara simbolik oleh DirHCM. Semoga Yakes Telkom bisa semakin lebih baik lagi ke depannya.***dv    

Artikel

Be Mindful of Your Mental Health Sabtu, 24 Oktober 2020 08:36 WIB Tidak dipungkiri lagi bahwa kesehatan mental merupakan salah satu bagian yang menandakan sehatnya seseorang. Sehat tidak hanya dilihat dari kondisi fisik saja, tetapi bagaimana kondisi psikologis diri kita. Di tengah kondisi pandemic Covid-19 yang melanda, mari kita tanyakan ke diri sendiri, sejahterakah kita secara psikologis? Sejahtera secara psikologis menandakan bahwa diri kita memiliki perasaan yang baik (feeling good) dan dapat berfungsi secara efektif (functioning effectively). Untuk dapat sejahtera secara psikologis, tentunya kita perlu memperhatikan (mindful) kondisi kesehatan mental. Mengapa demikian? Alasannya sangat sederhana, karena dengan memberikan perhatian maka kita lebih menyadari serta dapat lebih memahami kondisi diri kita. Mindfulness adalah suatu pendekatan integratif yang didasarkan pada hubungan pikiran & tubuh, yang membantu individu untuk mengelola pikiran dan perasaan serta kesehatan mental mereka. Mindfulness merupakan hal yang mudah untuk dilakukan. Salah satu contoh simpelnya adalah dengan kita menyadari bagaimana rasa makanan yang tadi dicicipi? Apa warna baju yang dipakai hari ini? Apa perasaan yang muncul ketika atasan memberikan feedback kepada saya? Apa yang saya rasakan ketika rekan kerja menolak pendapat saya? Sadar akan apa yang sedang dipikirkan atau dirasakan menjadi salah satu wujud agar kita dapat menjalankan hari-hari dengan nyaman serta menemukan solusi yang terbaik untuk permasalahan yang dihadapi. Selain menyadari apa yang terlintas dipikiran dan dirasakan, menyadari apa yang tubuh kita coba untuk sampaikan juga salah satu bentuk mindfulness. Sebagai contoh, saat berada pada situasi penuh tekanan atau kecemasan, ternyata tubuh kita memunculkan reaksi tertentu seperti detak jantung meningkat, otot tegang atau napas terhambat. Dengan memperhatikan perubahan yang muncul tersebut, maka kita dapat pula mencari solusi atas perubahan yang terjadi, salah satu upayanya dengan mengatur napas dengan baik agar tubuh menjadi tenang. Begitu pula dengan situasi Covid-19 yang tengah kita hadapi saat ini, aware terhadap apa yang menjadi pikiran, perasaan, serta pola tingkah laku yang dimunculkan akan membantu kita menentukan langkah pengelolaan yang tepat. Kesadaran ini menandakan pula bahwa kita merawat diri. Kita sadar akan hal yang menjadi pemicu dari kecemasan serta memperhatikan hal-hal apa yang membuat tertekan. Ketika kita mulai memperhatikan kondisi kesehatan mental, tidak hanya diri kita sendiri yang mendapatkan manfaatnya. Manfaat apalagi yang didapat melalui mindfulness? Menyadari kondisi psikologis atau kesehatan mental ini juga dapat membantu mengurangi stigma lingkungan yang buruk terhadap kesehatan mental. Beberapa contoh mindfulness ini adalah, menyadari penggunaan tata bahasa yang digunakan agar tidak menyakiti perasaan orang lain, mengedukasi diri terkait kesehatan mental yaitu dengan mengenali bahwa kesehatan mental memiliki perlakuan yang sama dengan masalah medis lainnya, dan mendengarkan kondisi orang lain tanpa interupsi, asumsi, maupun interpretasi di awal. Nah, beberapa hal tersebut dapat kita latih di kehidupan sehari-hari dan menjadi upaya bagi kita untuk lebih mindful terhadap diri maupun lingkungan sosial. Sudah saatnya kita aware terhadap kesehatan mental. Sesuai dengan kampanye yang dikeluarkan World Federation for Mental Health (WFMH), perayaan Hari Kesehatan Mental Dunia tahun 2020 mengusung tema “Mental Health for All: Greater Investment – Greater Access”, hal tersebut menandakan bahwa sehat mental itu hak setiap orang. Inilah saatnya bagi kita untuk berinvestasi dalam kesehatan mental. By: Rahmi Maya Fitri, M.Psi., Psikolog     “We would never tell someone with a broken leg that they should stop wallowing and get it together. We don’t consider taking medication for an ear infection something to be ashamed of.”  MICHELLE OBAMA     Sumber: https://www.verywellmind.com/improve-psychological-well-being-4177330; https://www.mentalhealth.org.uk/a-to-z/m/mindfulness; https://www.mindfulnessstudies.com/ending-mental-health-stigma-through-mindfulness/

image-popular
Berita

Kenalkan GENTA, Generasi Millenial Yakes Melayani dengan CINTA Sabtu, 24 Oktober 2020 09:40 WIB Bandung – Yakes Telkom, pada Kamis (1/10) meluncurkan program “GENTA”, yaitu sebuah program yang dirancang untuk menjadi model yang mampu mengimplementasikan culture karyawan Yakes dalam menjalankan pedoman kerja POT CINTA Yakes Telkom. GENTA sendiri adalah singkatan dari Generasi Milenial Melayani Dengan Cinta. Peluncuran program GENTA dilakukan oleh Teuku Zilmahram selaku Direktur Utama Yakes Telkom, Teuku Hercules selaku Direktur Investasi dan Keuangan, Tri Priyo Anggoro selaku Direktur Layanan Kesehatan dan Umum, serta disaksikan oleh jajaran pengurus SL Yakes Telkom, dan seluruh karyawan Yakes Telkom yang menghadiri lewat video conference. Zil dalam sambutannya mengharapkan program GENTA ini dapat menjadi alat untuk mengingatkan dan menjadi pionir dalam menjalankan program-program Yakes Telkom agar lebih baik lagi ke depannya. “GENTA ini harus selalu gesit, energik punya semangat atau daya juang yang tinggi, lalu harus selalu inovatif, tangguh tidak mudah menyerah dan patah semangat, dan yang terakhir itu harus aktif” jelasnya. Satuan Tugas GENTA Yakes Telkom terdiri dari 99 karyawan dari seluruh regional dan masih termasuk ke dalam generasi milenial. Ardya Prahasta selaku Kabid Umum Yakes Telkom menyampaikan tugas utama dari GENTA adalah untuk membantu tim culture berkolaborasi dalam mengimplentasikan program culture Yakes Telkom, menjadi model dalam menjalankan nilai-nilai culture dan pedoman kerja POT CINTA untuk citra positif, dan mendokumentasikan setiap kegiatan terutama yang diadakan oleh tim culture dan Yakes Ranger. Menyusul pernyataan tersebut, Zil kembali menyampaikan GENTA juga harus mampu mensosialisasikan dan menyebarkan informasi seputar yakes kepada para pelanggan, tapi tetap menerapkan Akhlak sebagai core value atau tata nilai dari perusahaan. “Biar tidak misleading, sebagai insan BUMN kita harus tetap mengedapankan AKHLAK, yaitu harus Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif” tambah Zil. Acara kemudian dilanjutkan dengan pelantikan dan penyematan atribut berupa topi kepada beberapa karyawan yang mendaftarkan diri sebagai tim GENTA sekaligus penyerahan kunci motor YAKIN kepada Kepala Regional III Jawa Barat oleh Dirut Yakes Telkom.  Besar harapannya GENTA dapat mengemban amanah yang telah diberikan dengan sebaik-baiknya. (YKS00)

Berita

Peluncuran COURTESY (Counter Sehat Yakes Telkom) di Kantor P2Tel Rabu, 16 Desember 2020 03:35 WIB Bandung – Yakes Telkom kembali meluncurkan program layanan guna meningkatkan kepuasan pelanggan, pada Kamis (03/12). Layanan tersebut adalah Counter Kesehatan Yakes atau yang disingkat menjadi COURTESY. COURTESY adalah sebuah layanan yang ditujukan bagi pelanggan yang lokasinya jauh dari Titik Pelayanan Kesehatan Khusus (TPKK) Yakes Telkom. Nantinya, COURTESY ini beroperasi untuk memberikan layanan pendaftaran, informasi restitusi, update kepesertaan serta infromasi layanan Yakes Telkom lainnya. Bertempat di Kantor Pusat P2Tel, kegiatan peluncuran tersebut dihadiri oleh Teuku Zilmahram selaku Direktur Utama Yakes Telkom, Djaka Sundan selaku Ketua Umum P2Tel beserta jajarannya, Jajaran Pengurus Yakes Telkom, Senior Leader Yakes Telkom serta seluruh karyawan Yakes Telkom yang turut menyaksikan melalui video conference. Dalam sambutannya, Direktur Utama Yakes Telkom, Zil memaparkan ide dari pembuatan program COURTESY ini adalah untuk mendekatkan dan meningkatkan layanan prima kepada pelanggan. “COURTESY ini akan ditaruh ditempat-tempat yang strategis dan sering menjadi tempat berkumpulnya pensiunan. Makanya COURTESY ini akan ditempatkan di kantor-kantor P2Tel, supaya pelanggan bisa dengan mudah mendapatkan layanan” papar Zil. Disamping itu yang akan bertugas di COURTESY adalah Tim Genta dan Tim SABAYA. Selain memberikan informasi, keduanya juga bertugas menjadi influencer untuk mensosialisasikan program-program Yakes Telkom lainnya kepada pelanggan. Menyusul penyataan Zil, Djaka Sundan selaku Ketua Umum P2Tel memberikan apresiasi terhadap peluncuran dari program COURTESY ini. Ia mengharapkan dengan adanya program tersebut bisa meberikan efesiensi untuk pelanggan terutama dari segi waktu. “Biasanya jika ingin melakukan konsultasi secara fisik, dari pendaftaran hingga menunggu konsultasi bisa memakan waktu berjam-jam, jadi semoga dengan adanya COURTESY dari Yakes ini bisa lebih memudahkan pelanggan” jelas Djaka.   Kegiatan ditutup dengan pengguntingan pita secara simbolik oleh Direktur Utama Yakes Telkom sebagai tanda peresmian dari program COURTESY. Sampai saat ini COURTESY baru beroperasi di Kantor Pusat P2Tel, Kota Bandung.  COURTESY beroperasional tiga kali dalam seminggu, setiap hari Senin, Rabu, dan Jumat dimulai dari jam 09.00 – 11.00 WIB. (YKS00)

Artikel

Telemedicine menjadi alternatif konsultasi dimasa Pandemi Senin, 18 Januari 2021 11:05 WIB Tahun 2020 sudah selesai akan tetapi,  lain halnya dengan Pandemi yang sampai akhir 2020 belum kunjung usai. Dalam masa Pandemik ini, Yakes Telkom memberikan layanan Telemedicine yaitu pemakaian telekomunikasi untuk memberikan informasi dan pelayanan medis jarak-jauh. Telemedicine saat ini, menggunakan teknologi komunikasi dengan gadget untuk memberikan konsultasi fasilitas kesehatan di tempat yang berjauhan, bisa secara langsung via telepon, berkirim pesan, ataupun videocall dengan aplikasi WA (whatsapp) atau aplikasi Telegram. Layanan Telemedicine dibutuhkan oleh Pelanggan dalam masa pandemik Covid-19 saat ini karena ada beberapa layanan yang bisa didapatkan oleh pelanggan dengan menggunakan Telemedicine diantaranya adalah: Layanan Konsultasi medis dengan dokter dan petugas medis lainnya di Yakes Telkom. Memberi kemudahan saat pelanggan ingin mendapatkan Obat Rutin yang dikonsumsi tanpa harus datang ke Poliklinik Yakes Telkom. Permintaan rujukan pemeriksaan Laboratorium dan rujukan ke rumah sakit. Layanan konsultasi tentang restitusi. Layanan konsultasi non medis perihal kepesertaan. Kenapa harus Telemedicine? Guna mencegah penyebaran virus covid-19 lebih baik apabila dirumah saja untuk menghindari kerumunan, itulah sebabnya Yakes Telkom lebih menekankan Telemedicine daripada pelanggan datang langsung ke Poliklinik. Dengan Telemedicine para pelanggan tetap bisa mendapatkan layanan kesehatan dari Yakes. Untuk layanan medis para pelanggan bisa melakukan konsultasi kepada para dokter, apabila memerlukan obat dokter akan memberikan dan dikirim menggunakan kurir. Demikian juga dengan rujukan bisa juga didapatkan dengan melakukan Telemedicine. Tidak hanya layanan konsultasi medis saja yang diberikan kepada para pelanggan, melainkan dari sisi Non Medispun bisa melakukan Telemedicine, salah satu contohnya adalah layanan Konsultasi kepesertaan. Untuk melakukan laporan update Faskes putra/i dari pelanggan, Pensiunan dapat mengirimkan foto atau scan persyaratan yang sudah lengkap kepada admin kepesertaan untuk diproses lebih lanjut. Selain itu juga pengajuan untuk cetak kartu kesehatan bisa dilayani secara online via Whatsapp ataupun Telegram, dengan mengirimkan persyaratan yang sudah lengkap kepada Admin Kepesertaan pengajuan cetak kartu kesehatan bisa diproses lebih lanjut. Saat ini Yakes Telkom tak henti-hentinya memberikan layanan yang terbaik kepada para pelanggan karena sesuai dengan slogan terbaru Yakes Telkom yaitu Sehat Tekad Kita, Melayani dengan Cinta (YKS05-01)

image-popular
Berita

Silaturahmi Yakes Telkom dengan P2Tel Sabtu, 24 Oktober 2020 09:41 WIB Bandung – Dalam rangka mempererat tali silutahrahmi untuk memperkuat sinergitas. Kali ini Direktur Utama Yakes Telkom beserta dengan jajarannya melakukan pertemuan dengan Persatuan Pensiunan Telkom (P2TEL). Jumat (18/9), Silaturahmi digelar di Ruang Rapat Direktur, Kantor Pusat Yakes Telkom. Dihadiri oleh Ketua Umum P2Tel beserta jajaran pengurus P2Tel lainnya. Selain untuk mempererat silaturahmi, kunjungan P2Tel kali ini bertujuan untuk saling berbagi informasi. Teuku Zilmahram, selaku Direktur Utama Yakes Telkom sangat mengapresiasi dan menyampaikan rasa terima kasih atas kunjungan dari para pengurus P2Tel. “P2Tel ini adalah senior kami yang merupakan keluarga besar Telkom, dan dengan tetap menjalin silaturahmi ini dapat membantu kita untuk mensosialisasikan program baru kita kepada seluruh anggota P2Tel dan masyarakat.” Tutur Zil. Selain itu Zil juga kembali menyampaikan POT CINTA yang menjadi pedoman Yakes Telkom untuk bekerja dan melayani. “Kita ini sekarang memiliki sebuah pedoman yang dinamakan dengan POT CINTA, filosofinya yakes dianalogikan sebagai wadah yang merawat dan melayani dengan penuh cinta kepada seluruh pelanggan” jelas Zil. Pada kesempatan selanjutnya, Jaka Sundan selaku Ketua Umum P2Tel mengucapkan selamat menjalankan tugas mulianya kepada Teuku Zilmahram sebagai Direktur Utama Yakes yang baru. Jaka pun berharap Yakes dan P2Tel dapat saling berkolaborasi untuk menjadi instansi dengan memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya bagi pelanggan. (YKS00)