• icon-phone Contact Center Yakes Telkom : 022 - 4521405
  • Contact Center Yakes Telkom : 022 - 4521405

Info Terbaru

image-newest
Info Kesehatan

Minyak Goreng Berulang: "Bom Waktu" di Balik Gurihnya Gorengan. Kamis, 30 April 2026 10:23 WIB Banyak orang menganggap penggunaan minyak goreng berulang kali sebagai hal yang wajar. Alasannya sederhana: lebih hemat dan praktis. Padahal, kebiasaan ini bisa membawa dampak yang kurang baik bagi kesehatan tubuh jika dilakukan terus-menerus. Minyak goreng yang dipanaskan berulang kali akan mengalami perubahan secara kimia. Proses pemanasan berulang membuat minyak teroksidasi dan menghasilkan zat berbahaya, termasuk radikal bebas dan lemak trans. Secara kasat mata, minyak biasanya berubah warna menjadi lebih gelap, berbau tengik, dan lebih kental. Namun, dampak terbesarnya justru tidak terlihat langsung. Apa yang Terjadi Saat Minyak Dipakai Berulang? Saat minyak dipanaskan berkali-kali, kualitasnya menurun. Kandungan baik di dalam minyak rusak dan berubah menjadi senyawa yang berisiko bagi tubuh. Makanan yang digoreng menggunakan minyak bekas ini pun ikut terpapar zat-zat tersebut. Beberapa dampak yang bisa terjadi antara lain: Merusak sel dan jaringan tubuh Radikal bebas dari minyak bekas dapat memicu kerusakan sel dalam jangka panjang. Menyebabkan rasa tidak nyaman di tenggorokan Minyak yang sudah rusak bisa memicu iritasi tenggorokan dan batuk. Meningkatkan kolesterol jahat (LDL) Kandungan lemak trans pada minyak bekas dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Memicu peningkatan berat badan Sisa penggorengan dan lemak jenuh yang tinggi berkontribusi pada penumpukan lemak tubuh. Menurunkan kualitas gizi makanan Rasa makanan berubah dan kandungan vitamin penting bisa berkurang. Mulai Ubah Kebiasaan Masak yang Lebih Sehat Kabar baiknya, risiko ini bisa dikurangi dengan perubahan kebiasaan sederhana di dapur. Beberapa langkah yang bisa diterapkan antara lain: Gunakan minyak baru saat menggoreng Kurangi konsumsi makanan yang digoreng Pilih metode memasak lain seperti mengukus, merebus, atau menumis ringan Langkah-langkah kecil ini mungkin terlihat sepele, tetapi dampaknya besar bagi kesehatan dalam jangka panjang. Menjaga kesehatan tidak selalu harus dimulai dari hal yang besar. Justru, kebiasaan sederhana sehari-hari di dapur bisa menjadi kunci untuk hidup yang lebih sehat dan nyaman.

image-newest
Info Kesehatan

Tim Rebahan, Saatnya Waspada! Ini Bahaya Kurang Gerak bagi Kesehatan Selasa, 28 April 2026 08:59 WIB Kebiasaan rebahan, duduk terlalu lama, dan minim aktivitas fisik kini menjadi gaya hidup yang tanpa disadari semakin banyak dilakukan, terutama di era modern dengan kemudahan teknologi. Aktivitas yang serba praktis membuat banyak orang lebih sering menghabiskan waktu di depan layar dibandingkan bergerak aktif. Padahal, kebiasaan kurang bergerak atau yang sering disebut sedentary lifestyle ini dapat memberikan dampak serius bagi kesehatan, terutama jika sudah terbentuk sejak usia muda dan terus berlanjut hingga dewasa. Kurang Gerak Jadi Masalah Kesehatan Global Kurangnya aktivitas fisik kini menjadi salah satu faktor risiko berbagai penyakit tidak menular di banyak negara. Kemajuan teknologi memang memudahkan hidup, tetapi di sisi lain membuat tubuh semakin jarang digunakan untuk bergerak. Banyak orang belum menyadari bahwa duduk terlalu lama, jarang berjalan kaki, dan minim olahraga dapat memicu gangguan kesehatan jangka panjang. Dampak Kurang Gerak bagi Kesehatan Kebiasaan malas bergerak bukan hanya berdampak pada kebugaran tubuh, tetapi juga meningkatkan risiko berbagai penyakit, di antaranya: Obesitas akibat pembakaran kalori yang minim Gangguan metabolisme seperti diabetes Masalah kesehatan mental seperti stres dan mudah lelah Penyakit jantung akibat sirkulasi darah yang tidak optimal Penurunan kualitas hidup secara keseluruhan Jika dibiarkan terus-menerus, risiko ini akan semakin meningkat seiring bertambahnya usia. Cara Sederhana Melawan Kebiasaan Mager Mengubah kebiasaan tidak harus dimulai dari hal besar. Langkah kecil yang dilakukan konsisten justru lebih efektif untuk membentuk gaya hidup sehat. Beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan antara lain: Rutin bergerak atau berolahraga ringan setiap hari Mengurangi waktu layar (HP/TV) Membiasakan jalan kaki atau aktivitas fisik ringan Mengajak keluarga atau teman untuk aktif bersama Kunci utamanya adalah konsistensi dan kesadaran bahwa tubuh perlu bergerak agar tetap sehat.  Mager memang terasa nyaman, tetapi dampaknya bisa tidak nyaman bagi kesehatan di masa depan. Yuk, mulai biasakan lebih aktif dari sekarang demi kualitas hidup yang lebih baik.

image-newest
Info Kesehatan

Tanpa sadar, kebiasaan kecil ini bisa jadi “bom waktu” untuk kesehatanmu… Senin, 20 April 2026 08:27 WIB Dalam rutinitas yang padat, sering kali kita menjalani hari tanpa benar-benar memperhatikan kebiasaan kecil yang dilakukan berulang-ulang. Padahal, beberapa kebiasaan yang terlihat sepele justru bisa memberikan dampak besar bagi kesehatan jika dibiarkan terus-menerus. Salah satu kebiasaan yang paling sering terjadi adalah kurang minum air putih. Tubuh yang mengalami dehidrasi ringan dapat menyebabkan rasa mudah lelah, sulit berkonsentrasi, hingga membuat kulit terlihat kusam. Kebutuhan cairan yang tidak terpenuhi juga dapat mengganggu fungsi organ tubuh secara keseluruhan. Selain itu, duduk terlalu lama juga menjadi kebiasaan yang umum, terutama bagi pekerja kantoran. Posisi duduk dalam waktu lama dapat memicu nyeri pada punggung dan leher, mengganggu sirkulasi darah, serta meningkatkan risiko obesitas. Kurangnya pergerakan membuat tubuh kehilangan kesempatan untuk tetap aktif dan bugar. Kebiasaan begadang pun tidak kalah berbahaya. Kurang tidur dapat menurunkan daya tahan tubuh, membuat suasana hati tidak stabil, dan meningkatkan risiko berbagai penyakit. Istirahat yang cukup menjadi kunci penting dalam menjaga keseimbangan fungsi tubuh. Di sisi lain, sering menahan lapar juga bisa berdampak negatif. Kebiasaan ini dapat mengganggu metabolisme tubuh, memicu gangguan pada lambung, dan menyebabkan energi cepat menurun. Tubuh membutuhkan asupan nutrisi yang teratur untuk dapat berfungsi secara optimal. Penggunaan ponsel secara berlebihan juga menjadi tantangan di era digital saat ini. Terlalu lama menatap layar dapat menyebabkan mata lelah, gangguan tidur, hingga postur tubuh yang memburuk. Tanpa disadari, kebiasaan ini juga mengurangi waktu untuk bergerak aktif. Kurangnya aktivitas fisik atau minim gerak menjadi faktor lain yang berkontribusi terhadap penurunan kesehatan. Gaya hidup sedentari dapat menyebabkan kenaikan berat badan, melemahnya otot, serta meningkatkan risiko penyakit kronis seperti diabetes dan penyakit jantung. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mulai lebih sadar terhadap kebiasaan sehari-hari. Perubahan kecil, seperti mencukupi kebutuhan air, rutin bergerak, menjaga pola tidur, dan mengatur waktu penggunaan gadget, dapat memberikan dampak besar bagi kesehatan dalam jangka panjang. Menjaga kesehatan bukan hanya tentang melakukan hal besar, tetapi tentang konsistensi dalam kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari. Mulailah dari sekarang, karena tubuh kita adalah investasi jangka panjang yang perlu dijaga dengan baik.

image-newest
Info Kesehatan

Terlalu Lama Duduk Bisa Picu Penyakit? Ini Faktanya! Kamis, 09 April 2026 13:42 WIB Pernah merasa seharian “cuma duduk doang” di kantor? Kelihatannya santai, nggak capek, bahkan terkesan aman. Tapi ternyata, kebiasaan ini justru sering disebut sebagai “the new smoking”  alias kebiasaan yang diam-diam punya dampak serius buat kesehatan. Faktanya, banyak pekerja kantoran menghabiskan waktu duduk sekitar 8–10 jam setiap hari. Dan ini bukan karena malas, tapi memang tuntutan pekerjaan zaman sekarang yang serba digital dan minim gerak. Masalahnya, tubuh kita sebenarnya nggak didesain untuk diam terlalu lama. Apa yang Terjadi Kalau Terlalu Lama Duduk? Saat kita duduk terus-menerus, tubuh jadi kurang aktif. Sirkulasi darah melambat, otot-otot jarang dipakai, dan metabolisme ikut menurun. Dampaknya nggak langsung terasa, tapi dalam jangka panjang bisa cukup serius. Risiko penyakit jantung bisa meningkat hingga dua kali lipat. Selain itu, risiko diabetes juga ikut naik cukup signifikan. Yang bikin tricky, semua ini sering terjadi tanpa kita sadari. Nggak Harus Olahraga Berat, yang Penting Gerak Kabar baiknya, kamu nggak harus langsung jadi “anak gym” buat mengimbangi kebiasaan duduk ini. Hal-hal kecil yang konsisten justru jauh lebih berpengaruh. Coba mulai dari yang sederhana, misalnya: 1. Terapkan aturan 30 menit Pasang alarm atau pengingat. Setiap 30 menit, berdiri sebentar, stretching, atau jalan kecil. Nggak perlu lama, yang penting tubuh “bangun” dari posisi duduk. 2. Coba walking meeting Kalau lagi meeting santai atau teleponan, kenapa nggak sambil jalan? Selain lebih sehat, biasanya ide juga lebih lancar. 3. Pilih tangga daripada lift Kalau cuma naik 1–2 lantai, coba pakai tangga. Kedengarannya sepele, tapi kalau rutin, efeknya lumayan. 4. Parkir agak jauh Sesekali parkir kendaraan sedikit lebih jauh dari pintu masuk. Biar ada alasan buat jalan kaki lebih banyak. 5. Gerak ringan di meja Nggak sempat ke gym? Nggak masalah. Kamu bisa lakukan gerakan ringan seperti calf raises, angkat kaki sambil duduk, atau wall push-up saat istirahat. Intinya Bukan Sempurna, Tapi Konsisten Kita semua tahu, pekerjaan nggak bisa ditinggal begitu saja. Duduk tetap jadi bagian dari rutinitas. Tapi bukan berarti kita nggak bisa menyiasatinya. Nggak perlu langsung berubah drastis. Cukup mulai dari hal kecil, pelan-pelan, tapi rutin. Karena pada akhirnya, kesehatan itu bukan soal satu aksi besar, tapi kebiasaan kecil yang dilakukan terus-menerus.

Info Terpopuler

image-popular
Info Korporasi

Digitalisasi Klinik Percetakan Negara, Terobosan Baru dalam Pelayanan Rabu, 16 Desember 2020 03:29 WIB Jakarta – Sebagai implementasi dari pemanfaatan teknologi dalam program POT CINTA, Yakes Telkom meresmikan Yakes Fitness Center yang telah direnovasi serta Digitalisasi Klinik Percetakan Negara di Jalan Percetakan Negara, Jakarta pada Kamis sore lalu(12/11). Upaya digitalisasi setiap program dan layanan Yakes ini ditujukan untuk mempermudah pelanggan dalam mendapatkan layanan sesuai dengan visi TelkomGroup, menjadi digital telco untuk memajukan masyarakat. Kegiatan launching dimulai dengan pemotongan pita secara simbolik oleh Afriwandi, selaku Direktur Human Capital Management TelkomGroup sebagai tanda peresmian dibukanya Yakes Fitness Center dan Digitalisasi Klinik Percetakan Negara. Dalam sambutannya, Afriwandi mengapresiasi kinerja Yakes Telkom dalam meningkatkan customer experience, khususnya memasukkan unsur digital dalam pelayanannya. “Yakes kini sudah berubah menjadi lebih baik, saya yakin kedepannya pasti bisa meningkatkan sistemnya lagi. Apalagi saya dengar citra Yakes Telkom di pelanggan itu positif, itu sangat bagus. Dengan begitu, citra Telkom pun akan ikut menjadi baik”, jelas Afriwandi. Pada kesempatan ini T.Zilmahram selaku Direktur Utama Yakes Telkom memaparkan sekilas tentang jejak langkah Yakes Telkom dalam mewujudukan visi menjadi institusi terbaik di Indonesia dalam mengelola layanan kesehatan berbasis managed care dan teknologi digital terkini. “Saat ini Yakes memiliki program-program POT CINTA untuk menjadi layanan yang lebih proaktif dalam melayani pelanggan. Seperti Sabaya, Yakin, Taman Sehati, Seharum, Kopi Cinta, Digikes, Café Poci, Kozi, Courtesy serta adanya dashboard secara realtime mengenai informasi covid di Telkom Group dan dashboard mengenai informasi investasi” jelas Zil. Kepala Area II Yakes Telkom, Anastasia Muriani juga turut menjelaskan mengenai pelayanan di Klinik Percetakan Negara yang kini semuanya sudah berbasis digital, mulai dari screening hingga konsultasi dengan dokter. “Klinik PN ini akan tetap menjalankan protokol COVID, pengukuran suhu tubuhnya sudah menggunakan thermoscan, tidak lagi memakai thermometer yang ‘ditembakkan’ ke dahi. Kemudian sebelum masuk ke poliknlik, pelanggan akan melakukan triase covid terlebih dahulu melalui website yang telah kami siapkan” jelas Anas. Bagi pelanggan yang ingin mengunjungi Poliklinik Percetakan Negara, lanjut Anas, bisa menggunakan Yakes Mobile untuk menentukan jadwal konsultasi, supaya tidak harus menunggu lama untuk mendapatkan pelayanan dari dokter. Anas juga menambahkan ragam layanan yang tersedia di Poliklinik Percetakan Negara. “Disini itu nanti ada layanan restitusi secara online, ada Café Poci yaitu café yang menyediakan makanan dan minuman bergizi untuk para pelanggan kita, serta taman sehati” pungkasnya. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan penandatangan prasasti secara simbolik oleh DirHCM. Semoga Yakes Telkom bisa semakin lebih baik lagi ke depannya.***dv    

image-popular
Info Kesehatan

Telemedicine menjadi alternatif konsultasi dimasa Pandemi Senin, 18 Januari 2021 11:05 WIB Tahun 2020 sudah selesai akan tetapi,  lain halnya dengan Pandemi yang sampai akhir 2020 belum kunjung usai. Dalam masa Pandemik ini, Yakes Telkom memberikan layanan Telemedicine yaitu pemakaian telekomunikasi untuk memberikan informasi dan pelayanan medis jarak-jauh. Telemedicine saat ini, menggunakan teknologi komunikasi dengan gadget untuk memberikan konsultasi fasilitas kesehatan di tempat yang berjauhan, bisa secara langsung via telepon, berkirim pesan, ataupun videocall dengan aplikasi WA (whatsapp) atau aplikasi Telegram. Layanan Telemedicine dibutuhkan oleh Pelanggan dalam masa pandemik Covid-19 saat ini karena ada beberapa layanan yang bisa didapatkan oleh pelanggan dengan menggunakan Telemedicine diantaranya adalah: Layanan Konsultasi medis dengan dokter dan petugas medis lainnya di Yakes Telkom. Memberi kemudahan saat pelanggan ingin mendapatkan Obat Rutin yang dikonsumsi tanpa harus datang ke Poliklinik Yakes Telkom. Permintaan rujukan pemeriksaan Laboratorium dan rujukan ke rumah sakit. Layanan konsultasi tentang restitusi. Layanan konsultasi non medis perihal kepesertaan. Kenapa harus Telemedicine? Guna mencegah penyebaran virus covid-19 lebih baik apabila dirumah saja untuk menghindari kerumunan, itulah sebabnya Yakes Telkom lebih menekankan Telemedicine daripada pelanggan datang langsung ke Poliklinik. Dengan Telemedicine para pelanggan tetap bisa mendapatkan layanan kesehatan dari Yakes. Untuk layanan medis para pelanggan bisa melakukan konsultasi kepada para dokter, apabila memerlukan obat dokter akan memberikan dan dikirim menggunakan kurir. Demikian juga dengan rujukan bisa juga didapatkan dengan melakukan Telemedicine. Tidak hanya layanan konsultasi medis saja yang diberikan kepada para pelanggan, melainkan dari sisi Non Medispun bisa melakukan Telemedicine, salah satu contohnya adalah layanan Konsultasi kepesertaan. Untuk melakukan laporan update Faskes putra/i dari pelanggan, Pensiunan dapat mengirimkan foto atau scan persyaratan yang sudah lengkap kepada admin kepesertaan untuk diproses lebih lanjut. Selain itu juga pengajuan untuk cetak kartu kesehatan bisa dilayani secara online via Whatsapp ataupun Telegram, dengan mengirimkan persyaratan yang sudah lengkap kepada Admin Kepesertaan pengajuan cetak kartu kesehatan bisa diproses lebih lanjut. Saat ini Yakes Telkom tak henti-hentinya memberikan layanan yang terbaik kepada para pelanggan karena sesuai dengan slogan terbaru Yakes Telkom yaitu Sehat Tekad Kita, Melayani dengan Cinta (YKS05-01)

image-popular
Info Kesehatan

Be Mindful of Your Mental Health Sabtu, 24 Oktober 2020 08:36 WIB Tidak dipungkiri lagi bahwa kesehatan mental merupakan salah satu bagian yang menandakan sehatnya seseorang. Sehat tidak hanya dilihat dari kondisi fisik saja, tetapi bagaimana kondisi psikologis diri kita. Di tengah kondisi pandemic Covid-19 yang melanda, mari kita tanyakan ke diri sendiri, sejahterakah kita secara psikologis? Sejahtera secara psikologis menandakan bahwa diri kita memiliki perasaan yang baik (feeling good) dan dapat berfungsi secara efektif (functioning effectively). Untuk dapat sejahtera secara psikologis, tentunya kita perlu memperhatikan (mindful) kondisi kesehatan mental. Mengapa demikian? Alasannya sangat sederhana, karena dengan memberikan perhatian maka kita lebih menyadari serta dapat lebih memahami kondisi diri kita. Mindfulness adalah suatu pendekatan integratif yang didasarkan pada hubungan pikiran & tubuh, yang membantu individu untuk mengelola pikiran dan perasaan serta kesehatan mental mereka. Mindfulness merupakan hal yang mudah untuk dilakukan. Salah satu contoh simpelnya adalah dengan kita menyadari bagaimana rasa makanan yang tadi dicicipi? Apa warna baju yang dipakai hari ini? Apa perasaan yang muncul ketika atasan memberikan feedback kepada saya? Apa yang saya rasakan ketika rekan kerja menolak pendapat saya? Sadar akan apa yang sedang dipikirkan atau dirasakan menjadi salah satu wujud agar kita dapat menjalankan hari-hari dengan nyaman serta menemukan solusi yang terbaik untuk permasalahan yang dihadapi. Selain menyadari apa yang terlintas dipikiran dan dirasakan, menyadari apa yang tubuh kita coba untuk sampaikan juga salah satu bentuk mindfulness. Sebagai contoh, saat berada pada situasi penuh tekanan atau kecemasan, ternyata tubuh kita memunculkan reaksi tertentu seperti detak jantung meningkat, otot tegang atau napas terhambat. Dengan memperhatikan perubahan yang muncul tersebut, maka kita dapat pula mencari solusi atas perubahan yang terjadi, salah satu upayanya dengan mengatur napas dengan baik agar tubuh menjadi tenang. Begitu pula dengan situasi Covid-19 yang tengah kita hadapi saat ini, aware terhadap apa yang menjadi pikiran, perasaan, serta pola tingkah laku yang dimunculkan akan membantu kita menentukan langkah pengelolaan yang tepat. Kesadaran ini menandakan pula bahwa kita merawat diri. Kita sadar akan hal yang menjadi pemicu dari kecemasan serta memperhatikan hal-hal apa yang membuat tertekan. Ketika kita mulai memperhatikan kondisi kesehatan mental, tidak hanya diri kita sendiri yang mendapatkan manfaatnya. Manfaat apalagi yang didapat melalui mindfulness? Menyadari kondisi psikologis atau kesehatan mental ini juga dapat membantu mengurangi stigma lingkungan yang buruk terhadap kesehatan mental. Beberapa contoh mindfulness ini adalah, menyadari penggunaan tata bahasa yang digunakan agar tidak menyakiti perasaan orang lain, mengedukasi diri terkait kesehatan mental yaitu dengan mengenali bahwa kesehatan mental memiliki perlakuan yang sama dengan masalah medis lainnya, dan mendengarkan kondisi orang lain tanpa interupsi, asumsi, maupun interpretasi di awal. Nah, beberapa hal tersebut dapat kita latih di kehidupan sehari-hari dan menjadi upaya bagi kita untuk lebih mindful terhadap diri maupun lingkungan sosial. Sudah saatnya kita aware terhadap kesehatan mental. Sesuai dengan kampanye yang dikeluarkan World Federation for Mental Health (WFMH), perayaan Hari Kesehatan Mental Dunia tahun 2020 mengusung tema “Mental Health for All: Greater Investment – Greater Access”, hal tersebut menandakan bahwa sehat mental itu hak setiap orang. Inilah saatnya bagi kita untuk berinvestasi dalam kesehatan mental. By: Rahmi Maya Fitri, M.Psi., Psikolog     “We would never tell someone with a broken leg that they should stop wallowing and get it together. We don’t consider taking medication for an ear infection something to be ashamed of.”  MICHELLE OBAMA     Sumber: https://www.verywellmind.com/improve-psychological-well-being-4177330; https://www.mentalhealth.org.uk/a-to-z/m/mindfulness; https://www.mindfulnessstudies.com/ending-mental-health-stigma-through-mindfulness/

image-popular
Info Kesehatan

Kasus Positif Terus Melonjak, Segera Vaksinasi dan Kencangkan Prokes Minggu, 30 Januari 2022 21:49 WIB Lonjakan Kasus Harian Perupadata mencatatkan penambahan kasus harian Covid-19 sebanyak 9905 kasus (per 28 Januari 2022). Data yang ada juga menunjukkan 90,1% kasus konfirmasi nasional merupakan transmisi lokal dan tercatat sudah 3 pasien kasus konfirmasi Omicron meninggal dunia (memiliki komorbid atau penyakit penyerta dan 1 kasus belum divaksin). Kenaikan kasus harian Covid disinyalir akan terus meningkat dalam beberapa waktu kedepan. Gambaran kenaikan tajam kasus ini juga terlihat di lingkungan TelkomGroup. Munculnya 3 sub varian Omicron Baru-baru ini muncul 3 sub varian Omicron yaitu BA.1 BA.2 dan BA.3, status ketiganya masih terus diteliti. Sementara gejala dibandingkan Delta lebih ringan. BA.2 lebih infeksius dengan gejala lebih ringan dari BA.1. Mutasi virus memang bukanlah hal yang baru, apalagi Variant of Concern cenderung cepat menginfeksi dan akan banyak bermutasi. Yang harus digarisbawahi adalah jangan meremehkan dan jangan abai untuk mencegah virus semakin merajalela dan melahirkan varian yang berbahaya. Cegah dengan Vaksin dan Disiplin Prokes Sesuai dengan anjuran pemerintah melalui Kemenkes, perusahaan turut aktif mengambil langkah-langkah untuk mencegah laju penularan khususnya di lingkungan TelkomGroup dengan mempercepat upaya pelaksanaan vaksinasi booster untuk meningkatkan efektivitas vaksin primer.  Jadi bagi karyawan, pensiunan dan keluarga yg sudah mendapatkan e tiket di Peduli Lindungi dan telah 6 bulan dari vaksin ke 2, segera lakukan vaksinasi booster baik di sentra vaksinasi, RS atau puskesmas terdekat. Ayo kita cegah peningkatan laju Covid dengan tidak panik seraya meningkatkan protokol kesehatan dengan selalu gunakan masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, rajin mencuci tangan, menghindari bepergian kecuali sangat mendesak, dan menghindari kegiatan makan bersama. Semangat Sehat!  #SEMUAWAJIBPAKAIMASKER #SegeraVaksin