Rabu, 17 Maret 2021 23:52 WIB

Hipertensi dan Kesehatan Gigi

Dalam bidang kedokteran gigi, tujuan pengelolaan dan pencegahan hipertensi adalah memberikan perawatan yang tepat dengan kondisi fisik dan kemampuan emosi pasien sehingga komplikasi lebih lanjut akibat hipertensi selama perawatan gigi dapat dihindari.
"Sebelum melakukan perawatan pada rongga mulut pasien yang menderita hipertensi, Dokter Gigi akan melakukan evaluasi terlebih dahulu. Hal ini sangat berpengaruh terhadap keberhasilan dari pengelolaan yang akan dilakukan oleh Dokter Gigi.
Evaluasi yang akan dilakukan oleh Dokter Gigi, antara lain:

  1. Mengidentifikasi pasien. Melakukan anamnesis riwayat pasien hipertensi yang lalu, obat-obatan yang dikonsumsi, tanda-tanda dan gejalanya, kemudian lakukan pengukuran tekanan darah.
  2. Memonitor pasien. Dokter Gigi harus meyakinkan bahwa pasien tetap dalam keadaan tenang dan selalu memeriksa tekanan darahnya setiap kunjungan.
  3. Mengontrol nyeri. Dengan cara bekerja yang tidak menimbulkan trauma pada pasien.
  4. Mengurangi stress dan cemas. Dengan cara menciptakan hubungan yang baik dengan pasien, menghindari prosedur yang lama, dan menimbulkan kecemasan.

Perawatan gigi yang dapat dilakukan pada pasien hipertensi, meliputi:

  1. Penambalan Gigi
    Perawatan mencakup penambalan pada gigi yang berlubang dengan bahan tambal komposit, glass ionomer, dan bahan tambalan sementara.

  2. Pencabutan Gigi
    Tindakan preventif yang efektif untuk mengontrol tensi pasien meliputi seluruh tindakan menghilangkan penyebab yang dapat meningkatkan tekanan darah pasien, meliputi kontrol kecemasan atau stres dan juga kontrol sakit setelah tindakan selesai. Diperlukan konsultasi ke Dokter Umum atau Dokter Spesialis jika keadaan tekanan darah pada pasien tidak stabil atau tidak terkontrol. Batas aman tekanan darah untuk dilakukan tindakan pencabutan gigi 120/80 mmHg - 140/80 mmHg.

  3. Pembersihan Karang Gigi
    Perawatan mencakup instruksi kebersihan mulut dan pembersihan gigi dengan pembuangan plak di atas garis gusi.

  4. Pembuatan Gigi Tiruan
    Merehabilitasi gigi yang hilang sehingga dapat memperbaiki atau mengembalikan fungsi bicara, pengunyahan, estetis, dan psikis.

Baca juga : Apa itu Hipertensi?