Rabu, 29 Mei 2024 12:00 WIB

Penerimaan Diagnosis Kanker

picture-of-article

Penerimaan (acceptance) terhadap kanker telah lama diketahui memainkan peran penting dalam penyesuaian psikologis oleh pasien terhadap penyakitnya. Tidak hanya kanker, penerimaan terhadap penyakit kronis yang dimiliki pasien dapat dikaitkan dengan penurunan kecemasan dan depresi, peningkatan kesejahteraan emosional, sosial, dan fisik, bahkan tingkat suasana hati pun dapat menjadi lebih baik. 

Penerimaan mencakup pengakuan atas keterbatasan yang disebabkan oleh penyakit kronis dan proses adaptasi yang diperlukan untuk menghadapi tantangan yang timbul dari keterbatasan tersebut. Pasien kanker tentunya memiliki beberapa keterbatasan dalam rangka penanganan penyakitnya, untuk itu penerimaan diri menjadi sesuatu yang penting agar proses pengobatan pasien dapat berjalan dengan lebih baik.

Para peneliti mengidentifikasi empat atribut utama terkait penerimaan terhadap penyakit kronis, yaitu:

  1. Pasien perlu memiliki pemahaman yang jelas tentang penyakitnya. Apa yang terjadi pada tubuhnya? Apa saja gejala yang dialami? Apa saja faktor yang menyebabkan gejalanya kambuh? Apa saja faktor yang meringankan gejala?
  2. Perlunya penilaian yang realistis terhadap kemampuan diri dalam mengatasi keterbatasan. Penting bagi pasien untuk mengantisipasi dan mengakomodasi bagaimana tujuan hidupnya akan terpengaruh oleh penyakit. Misalnya, akan ada aktivitas di luar batas kemampuannya karena sakit tersebut. Tentunya hal ini dapat menimbulkan rasa sedih serta kehilangan dan selanjutnya pasien perlu menemukan aktivitas yang sesuai dengan keadaannya.
  3. Pasien perlu menormalkan penyakitnya sedemikian rupa sehingga memungkinkan dirinya untuk tetap terkoneksi dengan orang lain. Artinya, penerimaan diri perlu mencakup pengakuan bahwa penyakit yang dimiliki tidak akan mengeluarkannya dari kelompok tertentu. 
  4. Pasien perlu bertanggung jawab atas perawatannya. Penting untuk memahami bahwa keputusan yang diambilnya mengenai penyakitnya akan berdampak pada status kesehatannya kelak.

Penting untuk diingat bahwa penerimaan bukanlah suatu keadaan yang ketika telah tercapai, maka akan terus menetap dan diri dapat menerima keadaan dengan baik sepenuhnya. Sebaliknya, penerimaan dapat mengalami pasang surut di sepanjang hidup. Adanya perkembangan pada penyakit yang dimiliki, kambuhnya penyakit, atau kekecewaan baru yang muncul karena penyakit akan dapat menggoyahkan penerimaan diri pasien yang sudah terbentuk. Penerimaan merupakan proses yang terus berlanjut sebagai upaya untuk mengatasi perubahan keadaan yang mungkin muncul. Pasien akan melalui banyak siklus atas perubahan tersebut, untuk kemudian beradaptasi sebagai proses penerimaan diri. Penerimaan melibatkan proses untuk melihat realita, termasuk realita bahwa kita pun dapat menemukan jalan keluar dari keadaan tersebut. Proses ini merupakan ritme yang alami pada pasien yang hidup dengan penyakit kronis.

Baca juga : Pola Makan untuk Pasien Stroke

0 Disukai

51 Kali Dibaca