Rabu, 17 Maret 2021 23:56 WIB

Penatalaksanaan Stroke

Penatalaksanaan stroke disesuaikan dengan jenis stroke yang dialami. Selain jenis stroke, faktor lain yang mempengaruhi pengobatan stroke adalah kapan pertama kali gejala mucul dan riwayat penyakit penyerta lainnya yang dimiliki pasien.

Penanganan awal stroke jenis ini berfokus untuk menjaga agar jalan napas tetap baik, mengontrol tekanan darah, dan mengembalikan kondisi aliran darah yang tersumbat. Jenis tindakan yang dilakukan antara lain sebagai berikut:

  • Penyuntikan rtPA (recombinant tissue plasminogen activator) melalui infus dilakukan untuk membuka sumbatan yang terjadi dalam pembuluh darah otak. Pengobatan ini hanya diberikan untuk pasien stroke yang segera dibawa ke rumah sakit dalam waktu 3 - 4,5 jam setelah gejala pertama muncul.
  • Obat anti platelet untuk mencegah terjadinya pembekuan darah (contoh: aspirin).
  • Obat anti koagulan, fungsinya juga untuk mencegah terjadinya pembekuan darah seperti anti platelet, namun anti koagulan lebih dikhususkan untuk penderita stroke dengan gangguan irama jatung. Contoh obatnya adalah heparin.
  • Obat antihipertensi digunakan untuk mengendalikan tekanan darah. Pada tahap awal stroke, biasanya tekanan darah tidak diturunkan terlalu rendah untuk menjaga suplai darah ke otak. Namun, setelah kondisi stabil, tekanan darah akan diturunkan sampai level optimal. 
  • Obat penurun kolesterol digunakan untuk mengendalikan kadar kolesterol dalam darah. Yang paling sering digunakan adalah obat dari golongan statin.
  • Tindakan operasi endarterektomi karotis. Tindakan ini bertujuan untuk membuang tumpukan lemak yang menghambat arteri karotis (pembuluh darah arteri besar di leher). Meskipun efektivitasnya cukup tinggi untuk mencegah stroke iskemik berulang, namun tindakan ini tidak disarankan untuk pasien stroke yang mempunyai riwayat penyakit jantung.
  • Tindakan angioplasti, dilakukan dengan memasukkan semacam selang kateter melalui pembuluh darah di pangkal paha menuju arteri karotis. Kateter ini membawa sebuah balon khusus dan stent. Setelah kateter tersebut mencapai arteri karotis, balon dikembangkan agar memperluas arteri yang tersumbat lalu disangga dengan stent. 

Pada kasus stroke perdarahan, penanganan awal bertujuan untuk menghentikan perdarahan dan mengurangi tekanan intrakranial. Tekanan intra kranial adalah tekanan dalam rongga kepala yang dipengaruhi oleh kondisi jaringan otak, cairan otak, dan pembuluh darah otak. Pada kasus stroke perdarahan, seringkali tekanan intra kranial ini meningkat dan menyebabkan gangguan pada sel-sel otak. Pengobatan yang dapat diberikan pada stroke haemorrhagik antara lain: 

  • Obat anti hipertensi untuk menurunkan tekanan darah. Sama seperti pada stroke iskemik, pada fase awal target penurunan tekanan darah tidak terlalu rendah untuk menjaga suplai darah ke otak.
  • Obat anti kejang, diberikan bila terjadi kejang karena terjadinya rangsangan terhadap selaput otak akibat perdarahan.
  • Bila sebelum stroke terjadi pasien masih mengonsumsi obat pengencer darah, maka dokter akan menghentikan pemakaian obat tersebut. Dokter bisa juga memberikan transfusi faktor pembekuan darah atau obat-obat lain yang berfungsi untuk melawan efek obat pengencer darah tersebut.
  • Obat untuk menurunkan tekanan intra kranial, misalnya dengan pemberian manitol melalui infus.
  • Tindakan operasi. Tindakan ini dilakukan apabila dengan pemberian obat-obatan, perdarahan yang terjadi dan tekanan tinggi intra kranial masih tidak dapat diatasi. 

Penanganan TIA bertujuan untuk mengobati gangguan yang memicu stroke ringan dan mencegah risiko terjadinya stroke yang lebih berat. Jenis pengobatan yang dilakukan serupa dengan pengobatan stroke iskemik, yaitu dengan obat anti platelet, anti koagulan, anti hipertensi, dan obat untuk menurunkan kolesterol. Bila diperlukan, dapat pula dilakukan tindakan endarterektomi karotis.

Baca juga : Kesehatan Gigi dan Mulut pada Pasien Stroke