Selasa, 29 November 2022 11:19 WIB

Mengenal Stunting Dan Cara Tepat Mencegahnya

Ditinjau oleh : 1 dari 4 anak Indonesia saat ini telah terindikasi mengalami stunting

picture-of-article

1 dari 4 anak Indonesia saat ini telah terindikasi mengalami stunting, berdasarkan Studi Status Gizi Indonesia tahun 2021, sekitar kurang lebih 5 juta anak Indonesia mengalami stunting. Lantas apa itu stunting? apa dampak besar yang bisa diakibatkan oleh stunting dan bagaimana cara mencegahnya?

Stunting merupakan kondisi kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga menyebabkan terjadinya gangguan pada pertumbuhan masa anak-anak seperti tinggi badan anak lebih rendah atau pendek dari standar di usianya. Terhitung pada tahun 2021 lalu, angka stunting di Indonesia mencapai 24%.

Tingginya angka stunting tersebut menjadikan pencegahan terhadap stunting perlu ditingkatkan. Hal tersebut guna menciptakan anak-anak indonesia yang sehat dalam tumbuh dan berkembang secara optimal, dengan disertai kemampuan emosional, sosial dan fisik yang siap untuk belajar, berinovasi dan berkompetisi di tingkat global.

Kasus stunting pada anak dapat dicegah dengan menjalankan beberapa langkah tepat, terutama pada saat memasuki 1.000 hari pertama kehidupan. Hal tersebut meliputi ; 

  • Memberikan suplemen zat besi atau tambah darah pada remaja putri.
    Hal ini bertujuan untuk memastikan remaja putri tidak menderita anemia akibat kehilangan banyak darah pada saat menstruasi. Remaja putri yang mengalami anemia juga dapat berisiko mengalami hal serupa saat hamil, sehingga dapat menimbulkan dampak negatif bagi pertumbuhan dan perkembangan janin.
     
  • Penuhi kebutuhan gizi ibu hamil dan menyusui.
    Pastikan kecukupan gizi, terutama untuk Zat Besi, Asam Folat, dan Yodium.
     
  • Melakukan inisiasi menyusui dini dan memberikan ASI eksklusif.
    Lakukan pemberian ASI eksklusif sampai bayi berusia 6 bulan dan sampai 2 tahun.
     
  • Berikan Makanan Pendamping ASI (MPASI) dengan gizi seimbang.
    Perbanyak sumber protein selain sayur dan buah.
     
  • Biasakan untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
    Dengan melakukan cuci tangan pakai sabun, tidak buang air sembarangan, dan Cuci peralatan makan dengan sabun cuci piring.
     
  • Serta periksakan anak secara rutin ke posyandu atau puskesmas.Untuk memastikan kondisi kesehatan anak terpantau secara baik.

Baca juga : 30 Menit Senam Aerobik Untuk Turunkan Gula Darah

0 Disukai

691 Kali Dibaca