Rabu, 15 Mei 2024 12:00 WIB

Kanker Sel Plasma

picture-of-article

Multiple myeloma adalah kanker yang terbentuk pada sejenis sel darah putih yang disebut sel plasma. Sel plasma yang normal membantu melawan infeksi dengan membuat protein yang disebut antibodi. Antibodi akan melacak dan menyerang kuman.

Pada multiple myeloma, sel plasma bersifat kanker menumpuk di sumsum tulang. Sumsum tulang adalah bahan lunak di dalam tulang tempat sel darah dibuat. Di sumsum tulang, sel-sel kanker menggantikan sel-sel darah yang sehat. Alih-alih membuat antibodi yang berguna, sel-sel kanker malah membuat protein yang tidak berfungsi dengan baik. Hal ini menyebabkan komplikasi multiple myeloma.

Pengobatan multiple myeloma tidak selalu diperlukan segera. Jika multiple myeloma tumbuh lambat dan tidak menimbulkan gejala, pengawasan ketat mungkin merupakan langkah pertama. Bagi penderita multiple myeloma yang memerlukan pengobatan, ada beberapa cara untuk membantu mengendalikan penyakitnya.

Pada tahap awal multiple myeloma dapat tidak bergejala. Keluhan dan gejala dapat berupa: nyeri tulang (terutama di tulang belakang, dada, atau pinggul), mual, sembelit, kehilangan nafsu makan, kebingungan mental, kelelahan / kelemahan, infeksi, penurunan berat badan, rasa haus dan sering buang air kecil.

Belum jelas apa penyebab utama dari myeloma.

Multiple myeloma dimulai dengan satu sel plasma di sumsum tulang. Sumsum tulang adalah bahan lunak di dalam tulang tempat sel darah dibuat. Sesuatu terjadi yang mengubah sel plasma menjadi sel myeloma kanker. Sel myeloma mulai membuat lebih banyak sel myeloma dengan cepat.

Sel-sel yang normal tumbuh dengan kecepatan tertentu dan mati pada waktu tertentu. Sel kanker tidak mengikuti aturan ini. Mereka membuat banyak sel ekstra. Sel-sel terus hidup ketika sel-sel sehat mati. Pada myeloma, sel-sel kanker menumpuk di sumsum tulang dan menyingkirkan sel-sel darah yang sehat. Hal ini menyebabkan kelelahan dan tidak mampu melawan infeksi.

Sel-sel myeloma terus berusaha membuat antibodi, seperti halnya sel plasma yang sehat. Namun tubuh tidak dapat menggunakan antibodi yang disebut protein monoklonal atau protein M. Sebaliknya, protein M menumpuk di dalam tubuh dan menimbulkan masalah, seperti kerusakan pada ginjal. Sel myeloma dapat merusak tulang dan meningkatkan risiko patah tulang.

Faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko multiple myeloma meliputi:

  • Proses penuaan. Kebanyakan orang didiagnosis pada usia akhir 60an.
  • Gender laki-laki. Laki-laki lebih sering terserang penyakit ini dibandingkan perempuan.
  • Ras kulit hitam. Orang berkulit hitam lebih sering terserang multiple myeloma dibandingkan orang dari ras lain.
  • Memiliki riwayat keluarga multiple myeloma. Memiliki saudara kandung atau orang tua dengan multiple myeloma meningkatkan risiko penyakit ini.
  • Memiliki gammopati monoklonal dengan signifikansi yang belum ditentukan, juga disebut MGUS. Multiple myeloma dimulai sebagai MGUS, jadi kondisi ini meningkatkan risikonya.
  • Infeksi. Memiliki multiple myeloma menurunkan kemampuan tubuh untuk melawan infeksi.
  • Gangguan pada tulang. Multiple myeloma dapat menyebabkan nyeri tulang, penipisan tulang, dan patah tulang.
  • Gangguan ginjal. Multiple myeloma dapat menyebabkan masalah pada ginjal. Hal ini dapat menyebabkan gagal ginjal.
  • Jumlah sel darah merah yang rendah, disebut anemia. Ketika sel-sel myeloma menggantikan sel-sel darah yang sehat, multiple myeloma juga dapat menyebabkan anemia dan masalah darah lainnya.

Multiple myeloma mempengaruhi orang dengan cara yang berbeda-beda. Misalnya, orang dengan bentuk multiple myeloma prakanker tidak memerlukan perawatan segera. Mereka memerlukan pemeriksaan dan tes rutin. Jika orang dalam masa remisi dari multiple myeloma, penyedia layanan kesehatan akan merekomendasikan jadwal pemeriksaan dan tes berdasarkan situasi spesifik Anda.

Jika menderita multiple myeloma, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mendukung kesehatan secara keseluruhan:

  • Konsumsilah makanan sehat setiap hari. Multiple myeloma dapat mepengaruhi nafsu makan, jadi penyesuaian frekuensi makan empat atau lima kali dalam porsi kecil sepanjang hari.
  • Hindari merokok.
  • Istirahat yang cukup.
  • Lindungi diri dari infeksi dan mencegah infeksi.
  • Berolahragalah.
  • Perhatikan kondisi emosi Anda. Suatu hal yang normal jika merasakan tertekan dengan situasi / kondisi seperti ini. Konsultasikan dengan tim layanan kesehatan (dokter atau psikolog) jika kesedihan dan depresi berlangsung lebih dari dua minggu atau mengganggu aktivitas sehari-hari.
  • Jika dalam masa remisi, satu sisi Anda mungkin merasa lega karena telah menyelesaikan pengobatan, namun tetap ada kekhawatiran sel kanker akan kambuh lagi. Konsultasikan dengan tim layanan kesehatan (dokter atau psikolog) tentang situasi saat ini sehingga Anda tahu apa yang diharapkan.

Baca juga : Mengenal Gagal Ginjal Kronik (GGK)

0 Disukai

59 Kali Dibaca