Rabu, 03 Agustus 2022 12:11 WIB

Nyeri Telapak Kaki (Metatarsalgia Pain)

picture-of-article

Nyeri pada telapak kaki atau metatarsalgia merupakan cedera yang menimbulkan rasa sakit pada kaki bagian depan atau daerah kepala tulang metatarsal. Pada umumnya nyeri pada telapak kaki mudah disembuhkan, namun bila tidak diobati dengan baik dapat menyebabkan rasa nyeri pada area tubuh lainnya seperti nyeri punggung bawah, nyeri pinggang, bahkan dapat mengubah cara berjalan.

  1. Olahraga dengan intensitas tinggi. Biasanya terjadi pada pelari jarak jauh, hal tersebut karena saat berlari bagian telapak kaki depan menjadi tumpuan dalam jangka waktu lama.
  2. Deformitas kaki. Menggunakan sepatu yang terlalu kecil atau menggunakan high heels dapat menyebabkan perubahan postur kaki seperti jari-jari melengkung ke bawah (hammertoe) dan bengkak. Keadaan tersebut membuat kaki terasa sakit dan dapat mengakibatkan timbulnya benjolan pada jempol kaki (bunions).
  3. Kelebihan berat badan. Pada orang dengan berat badan berlebih, beban pada kaki akan bertambah. Saat bergerak, tekanan pada telapak kaki lebih besar.
  4. Fraktur. Adanya retakan kecil pada tulang metatarsal atau jari kaki, sehingga mempengaruhi bagian kaki yang menjadi tumpuan dalam bergerak.
  5. Morton's neuroma. Adanya pertumbuhan pada jaringan fibrosa noncancerous di sekitar saraf antara tulang metatarsal ketiga dan keempat. 

Nyeri telapak kaki cenderung berkembang makin buruk seiring waktu. Nyeri dapat terasa pada bagian kecil pada kaki atau menyeluruh. Nyeri juga dapat terjadi pada salah satu atau kedua kaki. Gejala yang dapat terjadi antara lain:

  1. Nyeri pada telapak kaki bagian depan
  2. Sakit seperti berjalan di atas kerikil
  3. Mati rasa atau kesemutan pada jari
  4. Nyeri semakin terasa ketika berdiri, berjalan, dan berlari

Penanganan nyeri telapak kaki dapat dilakukan sedini mungkin secara mandiri maupun dengan bantuan tenaga kesehatan jika keluhan tidak kunjung membaik. Penanganan yang dapat dilakukan secara mandiri, antara lain:

  1. Mengurangi aktivitas atau olahraga yang melibatkan tumpuan kaki secara berlebihan seperti lari, aerobik, zumba, dan jogging agar tidak memperparah peradangan dan mengurangi rasa sakit pada bagian telapak kaki
  2. Mengompres dengan es pada bagian yang terkena nyeri selama 20 menit. Bungkus es dengan handuk tipis untuk melindungi kulit
  3. Menggunakan alas kaki yang empuk untuk mengurangi rasa sakit
  4. Mengatur pola makan agar berat badan tetap stabil
  5. Tidur malam cukup, sekitar 8 jam, untuk menghindari rasa sakit berlebihan
  6. Konsumsi obat dengan resep dari dokter yang mengandung paracetamol atau ibuprofen untuk mengurangi rasa sakit
  7. Melakukan olahraga yang bertujuan untuk meningkatkan fleksibilitas dan kekuatan otot.

Berikut contoh gerakan olahraga yang dapat dilakukan:

Peregangan otot betis (calf stretches)

Stretching pada bagian calf muscle (otot betis) bermanfaat untuk meningkatkan ruang gerak bagian pergelangan hingga telapak kaki, yaitu dengan cara:

  • Sandarkan telapak tangan pada dinding
  • Letakkan salah satu kaki di depan dan tekuk kaki yang berada di depan
  • Luruskan kaki pada bagian belakang dan telapak kaki menyentuh lantai secara menyeluruh
  • Tahan selama 30-60 detik dan lakukan secara bergantian
  • Hindari gerakan memantulkan kaki ke depan atau belakang (jinjit)
  • Ulangi gerakan tersebut sebanyak 5 kali/hari dan lakukan sampai betis tidak terasa kaku

Latihan kekuatan telapak kaki (foot strengthening)
Latihan kekuatan telapak kaki dapat dilakukan dengan melatih bagian otot jari-jari kaki dengan cara sebagai berikut:

  • Angkat jari-jari kaki ke atas
  • Tahan selama 15-20 detik
  • Lakukan sebanyak 3 set

  • Tekuk jari kaki ke bawah 
  • Tahan selama 15-20 detik
  • Lakukan sebanyak 3 set

  • Rentangkan/buka jari-jari kaki
  • Tahan selama 15-20 detik
  • Lakukan sebanyak 3 set

Baca juga : Mengenal Gangguan Sendi, Tulang, & Otot (Musculoskeletal Disorder)

2 Disukai

249 Kali Dibaca