Rabu, 24 Februari 2021 10:08 WIB

Mengenal Diabetes Mellitus

Diabetes Mellitus (DM) adalah suatu penyakit metabolik kronis dengan peningkatan gula (glukosa) dalam darah yang disebabkan oleh gangguan atau defisiensi produksi hormon insulin oleh sel-sel beta Langerhans kelenjar pankreas, atau disebabkan oleh kurang responsifnya sel-sel tubuh terhadap insulin (WHO, 1999).

Diabetes Mellitus disebut juga sebagai penyakit kencing manis.

  1. Diabetes  Mellitus Tipe 1
    • Kerusakan sel beta pada pankreas secara menyeluruh. Pankreas tidak menghasilkan hormon insulin sama sekali.
    • Biasanya mengenai pada anak-anak dan remaja, tapi bisa juga terjadi pada orang dewasa.
    • Faktor penyebab yaitu karena rusaknya sistem kekebalan tubuh (autoimun) atau infeksi virus.
       
  2. Diabetes Mellitus Tipe 2
    • Disebut juga diabetes life sytle (karena gaya hidup yang tidak sehat).
    • Resistensi insulin (adanya hambatan pada kerja hormon insulin).
    • Defisiensi insulin (jumlah insulin yang diproduksi pankreas tidak mencukupi).
    • Paling banyak dialami, sekitar 90-95% penderita diabetes didunia merupakan DM Tipe 2.
       
  3. Diabetes Mellitus Gestasional
    • Muncul pada masa kehamilan (biasanya minggu ke 24 kehamilan).
    • Biasanya menghilang setelah melahirkan.
    • Perlu penanganan yang baik agar tidak berdampak buruk pada ibu dan bayi.
  • Polidipsi (sering haus dan ingin minum sebanyak-banyaknya)
  • Polifagi (sering merasa sangat lapar, nafsu makan meningkat)
  • Poliuri (sering buang air kecil terutama malam hari)
  • Lemas (kurang tenaga)
  • Berat badan turun tanpa penyebab yang jelas
  • Kesemutan di kaki
  • Gatal-gatal terutama di lipatan paha
  • Luka yang tidak sembuh-sembuh
  • Disfungsi Ereksi
  • Penglihatan kabur 
  • Beberapa tidak merasakan gejala

Gejala Diabetes Mellitus pada Rongga Mulut
Keluhan di dalam rongga mulut dapat timbul pada pasien DM yang belum terdeteksi, Diabetisi yang tidak terkontrol, dan pada Diabetisi dengan pengobatan DM yang tidak adekuat/tidak cukup. Keluhan DM pada rongga mulut yang dapat terjadi pada Diabetisi yang tidak terkontrol adalah sebagai berikut:        

  • Sialosis atau pembesaran kelenjar liur asimptomatik (tanpa gejala). Hal ini biasanya terjadi pada orang dengan gangguan toleransi glukosa atau awal terjadinya DM.  
  • Xerostomia atau rasa kering dalam mulut yang subjektif.
  • Kandidiasis atau adanya jamur di dalam mulut.
  • Infeksi jaringan penyangga gigi (mulai dari gingivitis sampai terjadinya periodontitis) dan frekuensi terjadinya lubang gigi/karies gigi yang lebih tinggi.        

Hal tersebut di atas berkaitan dengan adanya kadar glukosa yang lebih tinggi pada penderita DM, yang jika terfermentasi menjadi lingkungan yang cocok untuk tumbuhnya kuman penyebab lubang gigi dan penyebab terjadinya infeksi jaringan penyangga gigi/periodontal.                

  1. Diabetes Mellitus Tipe 1
    • Memiliki keluarga dengan riwayat DM Tipe 1 (10 %)
    • Sebanyak 30-50% kembar identik terkena
    • Biasanya mengenai pada anak-anak dan remaja, tapi bisa juga terjadi pada orang dewasa.
       
  2. Diabetes Mellitus Tipe 2
    • Obesitas (kegemukan)
    • Gaya hidup kurang gerak
    • Memiliki keluarga dengan riwayat DM
    • Usia > 45 th (risiko meningkat seiring bertambahnya usia)
    • Memiliki tekanan darah tinggi ( >= 140/90 mmhg)
    • Pola makan tidak sehat (gizi tidak seimbang: tinggi karbohidrat dan lemak, rendah serat)
    • Memiliki riwayat Diabetes Gestasional (riwayat melahirkan bayi dengan BB > 4 kg)
    • Memiliki riwayat penyakit PCOS (Polycystic Ovarial Syndrome)
       
  3. Diabetes Mellitus Gestasional
    • Riwayat keluarga dengan DM
    • Riwayat melahirkan dengan berat badan bayi > 4 kg
    • Obesitas (kegemukan)

Seseorang dikatakan Diabetisi (orang yang terdiagnosis diabetes mellitus) jika:

  1. Terdapat gejala:
    • Sering merasa haus, sering merasa lapar, sering buang air kecil (disebut gejala klasik).
    • Ditambah dengan hasil pemeriksaan Gula Darah Sewaktu (GDS) >= 200 mg/dl.
  2. Terdapat gejala:
    • Sering merasa haus, sering merasa lapar, sering buang air kecil.
    • Ditambah dengan hasil pemeriksaan kadar Gula Darah Puasa (GDP) 8 - 10 jam >= 126 mg/dl.
  3. Ada gejala atau tidak ada gejala, namun hasil pemeriksaan TTGO (Tes Toleransi Glucosa Oral) memperlihatkan hasil kadar gula darah 2 jam sesudah minum 75 gr glukosa khusus >= 200 mg/dl.

Baca juga : Tips Perawatan pada Diabetisi