Selasa, 07 Juli 2026 10:58 WIB

Minuman Manis, Teman atau Ancaman?

Ditinjau oleh : Admin Pusat

picture-of-article

Segelas es teh manis saat makan siang, kopi kekinian di sore hari, atau minuman bersoda saat berkumpul bersama teman mungkin sudah menjadi bagian dari rutinitas banyak orang. Rasanya menyegarkan dan mampu meningkatkan suasana hati. Namun, tanpa disadari, kebiasaan mengonsumsi minuman manis setiap hari dapat membuat asupan gula menjadi berlebihan.

Padahal, tubuh memang membutuhkan gula sebagai sumber energi, tetapi dalam jumlah yang sesuai. Ketika konsumsi gula melebihi kebutuhan tubuh secara terus-menerus, risiko berbagai penyakit kronis pun dapat meningkat.

Asupan gula berlebih dapat menyebabkan berat badan bertambah karena kelebihan gula akan disimpan sebagai lemak. Selain itu, kadar gula darah yang sering melonjak juga dapat meningkatkan risiko diabetes melitus tipe 2. Tidak hanya itu, konsumsi gula berlebihan juga dikaitkan dengan meningkatnya risiko penyakit jantung, kerusakan gigi akibat bakteri di rongga mulut, hingga membuat tubuh lebih cepat lapar dan mudah lelah karena kadar gula darah yang naik dan turun secara drastis.

Kabar baiknya, mengurangi konsumsi gula tidak harus dilakukan secara ekstrem. Perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten justru lebih mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, mulai memilih air putih sebagai minuman utama, mengurangi minuman kemasan atau kopi dengan tambahan gula, serta membiasakan membaca label informasi gizi sebelum membeli makanan dan minuman. Jika ingin camilan, buah segar dapat menjadi pilihan yang lebih sehat dibandingkan makanan atau minuman tinggi gula.

Bagi yang terbiasa mengonsumsi minuman manis, kurangi kadar gulanya secara bertahap. Cara ini membantu lidah beradaptasi sehingga tubuh tidak merasa "kehilangan" rasa manis secara tiba-tiba.

Melalui Hari ke-6 dalam rangkaian "7 Tantangan 7 Hari Lebih Sehat", Yakes mengajak seluruh peserta untuk mulai membangun kebiasaan sederhana ini. Mengurangi minuman manis bukan berarti menghilangkan kenikmatan, melainkan memilih yang lebih baik bagi kesehatan tubuh.

Baca juga : Mitos vs Fakta: Benarkah Diabetes Keturunan 100% Tidak Bisa Dihindari?

0 Disukai

11 Kali Dibaca