Rabu, 21 September 2022 10:33 WIB

Tingkatkan Kesadaran Risiko Penyakit Alzheimer & Bagaimana Cara Pencegahannya

Ditinjau oleh : Peringatan Hari Alzheimer Sedunia atau World Alzheimer’s Day yang diperingati setiap tanggal 21 September

picture-of-article

Peringatan Hari Alzheimer Sedunia atau World Alzheimer’s Day yang diperingati setiap tanggal 21 September menjadi momentum pengingat untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian global terhadap penyakit Alzheimer maupun Demensia. Penyakit Alzheimer sendiri merupakan penyakit otak yang menyebabkan penurunan daya ingat, menurunnya kemampuan berpikir dan berbicara, serta perubahan perilaku. Penyakit ini juga dapat berkembang seiring waktu dan mempengaruhi beberapa fungsi otak atau terjadi Demensia.

Pada tahun 2022 ini, Hari Alzheimer Sedunia diperingati dengan mengusung tema “Know Dementia, Know Alzheimer’s” atau “Kenali Demensia, Kenali Alzheimer”. Fokus utama dalam tema tahun ini adalah dukungan terhadap orang-orang yang dinyatakan atau didiagnosis terkena Demensia. Hal ini sejalan dengan data dari ADI (Alzheimer’s Disease International) pada tahun 2022, dimana penderita Demensia membutuhkan dukungan komprehensif yang mencakup kesejahteraan medis, emosional dan, juga sosial.

ADI juga menggaris-bawahi beberapa laporan terkait Alzheimer pada tahun 2022 ini, meliputi :

  • Dampak diagnosis pada orang yang hidup dengan Demensia, pengasuh dan keluarga mereka.
  • Pertimbangan medis, emosional dan praktis selama tahap awal, menengah dan akhir Demensia, termasuk untuk  berbagai bentuk Demensia.
  • Intervensi farmakologis, kognitif dan multi domain saat ini dan masa depan dalam Demensia.
  • Dampak budaya dan masyarakat pada dukungan pasca-diagnosis untuk orang yang hidup dengan Demensia, memperkenalkan model perawatan dari seluruh dunia.
  • Pentingnya edukasi tentang Demensia.

Adapun untuk penyebab terjadinya penyakit Alzheimer masih belum dapat dipastikan secara tepat, namun terdapat beberapa faktor risiko dari penyakit Alzheimer yang meliputi 

  1. Faktor Usia
    Ketika usia mencapai 65 tahun, maka risiko terkena Alzheimer akan meningkat menjadi dua kali lipat setiap lima tahunnya.
     
  2. Riwayat Keluarga & Genetika
    Risiko Alzheimer akan meningkat jika ada anggota keluarga dekat (orang tua, kakak, adik, anak) menderita penyakit ini.
     
  3. Jenis Kelamin
    Perempuan memiliki risiko yang lebih besar dibandingkan laki-laki untuk terkena penyakit Alzheimer.
     
  4. Gaya Hidup dan Kesehatan Jantung
    Faktor risiko penyakit jantung juga dapat meningkatkan risiko terkena Alzheimer, seperti : kurang berolahraga, merokok, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan diabetes yang tidak terkontrol.

Sementara itu, untuk dapat mencegah terjadinya penyakit Alzheimer dapat dilakukan dengan melakukan hal-hal seperti melakukan aktivitas fisik 30 menit setiap hari, melakukan stimulasi otak dengan membaca ataupun dengan kegiatan hobi lainnya, bersosialisasi dan selalu meningkatkan pikiran positif, mendekatkan diri pada Tuhan dengan cara bersyukur, makan-makanan tinggi serat dan bergizi tinggi.

Baca juga : Mengenal Lebih Jauh Faktor Risiko Osteoporosis di Usia Senja

2 Disukai

321 Kali Dibaca