Rabu, 03 Agustus 2022 10:09 WIB

Nyeri Bahu (Frozen Shoulder)

picture-of-article

Nyeri bahu atau frozen shoulder merupakan diagnosis untuk segala keluhan nyeri dalam keterbatasan gerak sendi bahu. Keluhan pada sendi bahu biasanya didahului oleh suatu trauma atau keterbatasan gerak yang bisa mengakibatkan kekakuan sendi. Nyeri pada bahu biasanya menjalar hingga ke otot leher jika tidak segera ditangani dengan benar. Frozen shoulder menimbulkan ketidaknyamanan karena hampir semua aktivitas melibatkan pergerakan bahu.

 

Nyeri bahu umumnya terjadi akibat tidak adanya gerak dalam jangka waktu lama pada sendi bahu karena beberapa faktor seperti cedera pada bahu atau lokasi lain (radiating pain), stroke, lengan/ tangan patah, dalam masa penyembuhan pasca operasi, kesalahan dalam bergerak, akumulatif kelelahan otot, dan lain-lain.

 

Gejala yang sering timbul pada nyeri bahu biasanya diawali dengan rasa sakit dan keterbatasan gerak pada sendi. Pada beberapa orang, nyeri dirasakan lebih kuat saat malam hari. Gejala biasanya berlangsung lebih dari 6 bulan, paling lama 2 tahun, dan kemudian gejala perlahan-lahan berkurang. Namun, ada beberapa kasus yang meninggalkan gejala permanen pada penurunan gerakan sendi. Nyeri bahu berkembang secara perlahan dan terjadi dalam tiga tahapan, yaitu:

  1. Freezing stage. Bahu terasa nyeri saat digerakkan, sehingga pergerakannya menjadi terbatas. Tahap ini biasanya berlangsung selama 2-9 bulan.
  2. Frozen stage. Nyeri mulai berkurang, tapi bahu semakin kaku dan sulit digerakkan. Tahap ini biasanya berlangsung selama 4 bulan hingga 1 tahun.
  3. Thawing stage. Kondisi bahu membaik dan mulai bisa digerakkan kembali. Tahap ini biasanya berlangsung 1-3 tahun.

Penanganan nyeri bahu dapat dilakukan sedini mungkin secara mandiri maupun dengan bantuan tenaga kesehatan jika keluhan tidak kunjung membaik. Penanganan nyeri bahu dapat dilakukan secara mandiri menggunakan metode R.I.C.E, yang meliputi:

  • Rest (Istirahat): Hindari aktivitas berat atau menggerakan bahu dalam 48 jam setelah cedera
  • Ice (Kompres es): Mengompres dingin dengan es batu yang dilapisi handuk atau kain sejenisnya pada area sendi bahu yang mengalami cedera selama 20 menit, 4-8 kali sehari
  • Compression (Tekanan): Lakukan proses compression atau penekanan pada area sendi bahu yang mengalami cedera. Misalnya, dengan memasang perban elastis
  • Elevation (Mengangkat): Jaga area yang cedera tetap lebih tinggi dari jantung. Jika dalam posisi tidur, topang bahu dengan bantal empuk tebal untuk menyangga posisinya

Peregangan atau stretching dapat membantu meningkatkan kemampuan ruang gerak sendi (ROM), meningkatkan kekuatan otot, dan mencegah perlengketan pada kapsul sendi bahu, sehingga dapat memperbaiki fungsi sendi bahu pada pasien. Sebagian besar kasus nyeri bahu dapat ditangani dengan melakukan peregangan pada bahu. Gerakan peregangan yang bisa dilakukan adalah sebagai berikut:

  • Setiap gerakan peregangan dilakukan sampai batas ambang rasa sakit
  • Tahan selama 8-12 detik.
  • Lakukan peregangan setiap pagi dan malam atau sebelum dan sesudah melakukan aktivitas.

Baca juga : Mengenal Gangguan Sendi, Tulang, & Otot (Musculoskeletal Disorder)

0 Disukai

69 Kali Dibaca