Kamis, 15 September 2022 10:33 WIB

Mengenal Lebih Jauh Faktor Risiko Osteoporosis di Usia Senja

Ditinjau oleh : Osteoporosis merupakan salah satu penyakit yang terjadi akibat kepadatan dan kualitas tulang berkurang

picture-of-article

Osteoporosis merupakan salah satu penyakit yang terjadi akibat kepadatan dan kualitas tulang berkurang. Menurut data dari International Osteoporosis Foundation, osteoporosis dapat dialami oleh 1 dari 3 wanita, dan 1 dari 5 pria yang berusia diatas 50 tahun atau telah berusia lanjut. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI sendiri mencatat prevalensi osteoporosis di Indonesia mencapai 23% pada wanita berumur 50-80 tahun, dan 53% pada wanita berumur 80 tahun keatas.

Salah satu alasan terkait tingginya angka penyakit osteoporosis pada wanita ini dipengaruhi oleh adanya masa menopause yang dapat menurunkan kadar hormon estrogen sehingga mempengaruhi kemampuan pembentukan tulang. Adapun beberapa faktor risiko lain yang dapat menyebabkan terjadinya osteoporosis meliputi :

  1. Semakin bertambah usia, osteoporosis terjadi akibat tulang yang semakin menipis.
  2. Osteoporosis dapat terjadi akibat genetik.
  3. Hormon seksual, seperti estrogen pada wanita dan testosteron pada pria mengalami penurunan atau melemah.
  4. Pasien yang sedang mengalami masa pengobatan yang cukup lama.
  5. Kurangnya asupan vitamin D dan Kalsium.
  6. Memiliki gaya hidup yang tidak sehat, seperti merokok, mengonsumsi alkohol ataupun kafein dalam kadar tinggi.

Osteoporosis juga termasuk dalam penyakit yang tidak memiliki gejala berat (silent disease). Namun, meskipun begitu terdapat beberapa tanda yang patut diwaspadai agar dapat mendeteksi terjadinya osteoporosis, seperti merasakan sakit punggung yang berkelanjutan dalam jangka waktu panjang, mengalami postur punggung bungkuk, menurunnya tinggi badan, dan sering mengalami cedera pada tulang.

 

Meskipun begitu, osteoporosis dapat dicegah dengan menjalani gaya hidup sehat. Beberapa langkah-langkah pencegahannya meliputi :

  • Mengonsumsi makanan bergizi.
  • Memenuhi asupan gizi tinggi kalsium, direkomendasikan untuk mengonsumsi 1.000mg untuk usia 19-50 tahun, dan 1.200mg untuk lansia.
  • Mencukupi kebutuhan vitamin D.
  • Olahraga teratur dan aktif bergerak.
  • Hindari rokok, minuman beralkohol, serta kafein yang berlebih.

Baca juga : Waspada Penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Saat Peralihan Musim

0 Disukai

257 Kali Dibaca