Selasa, 09 Januari 2024 15:43 WIB

Gizi Baik Masa Kehamilan Trimester 1

picture-of-article

Kebutuhan Vitamin Ibu Hamil Trimester 1 untuk Perkembangan Janin

Ketika hamil, banyak ibu bertanya-tanya, apa boleh minum suplemen atau obat tertentu demi janin dalam kandungan? Jawabannya: boleh, tapi ada batasannya. Ada syarat khusus bagi ibu hamil untuk bisa mengonsumsi suplemen dan obat. Hal ini berbeda dengan kebutuhan vitamin untuk perkembangan janin.

Ibu hamil justru didorong untuk memenuhi kebutuhan vitamin buat calon buah hati sejak trimester pertama kehamilan. Bahkan ibu wajib memperhatikan kebutuhan vitamin sejak merencanakan kehamilan. Tapi vitamin di sini khususnya yang berasal dari makanan sehari-hari alias alami, bukan berupa suplemen alias tambahan.

Jika Anda hamil atau merencanakan kehamilan, vitamin mesti ada dalam menu makan harian. Namun harus dibedakan antara vitamin alami dengan suplemen. Anda bisa berkonsultasi dengan dokter kandungan mengenai kebutuhan vitamin selama masa kehamilan.

Vitamin adalah bagian dari zat gizi yang diperlukan untuk kesehatan. Selain vitamin, ada protein, mineral, karbohidrat, serat, dan lemak. Vitamin merupakan bahan organik yang tidak bisa diproduksi sendiri oleh tubuh. Kecuali vitamin D, yang banyak bersumber dari sinar matahari, vitamin banyak berasal dari makanan yang kita santap sehari-hari.

Sedangkan suplemen adalah obat pelengkap mengandung zat gizi bagi orang yang tak dapat memenuhi atau kekurangan zat gizi harian. Contohnya obat multivitamin, kapsul minyak ikan, dan suplemen herbal. Asupan zat gizi dalam kehamilan vital bagi tumbuh-kembang janin yang optimal. Ibu hamil mesti mengonsumsi zat gizi yang cukup bagi dirinya, juga buah hatinya.

Konsumsi ibu adalah sumber zat gizi untuk janin. Karena itu, ibu hamil mungkin membutuhkan lebih banyak asupan zat gizi daripada sebelum hamil. Untuk mengetahui seberapa banyak kebutuhan itu, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter kandungan.

Kebanyakan ibu hamil direkomendasikan mengonsumsi suplemen asam folat sebelum masa kehamilan (masa prekonsepsi), tetapi belum tentu pada vitamin. Sebab, vitamin lebih mudah didapatkan dari makanan sehari-hari.

Ibu harus menjalani pemeriksaan dulu untuk mengetahui apakah memerlukan suplemen vitamin. Hanya ibu dengan kondisi defisiensi alias kekurangan vitamin yang boleh mengonsumsi suplemen vitamin. Sebab, terlalu banyak vitamin justru dapat membahayakan kesehatan.

Dokter mungkin akan meresepkan vitamin jika ibu hamil:

  • Vegetarian dan tidak mendapat cukup vitamin B12
  • Kurang asupan susu dan olahannya
  • Kurang zat besi
  • Mengalami defisiensi vitamin D

Perkembangan janin bermula sejak trimester pertama kehamilan. Berbagai jenis vitamin pada prinsipnya baik untuk ibu pada masa kehamilan ini. Namun ada beberapa jenis vitamin ibu hamil yang secara khusus lebih penting karena terkait dengan proses tumbuh-kembang janin.Seperti:

Vitamin B kompleks

Vitamin B1, B2, B3, B6, dan B12 sangat baik buat pertumbuhan janin. Terutama vitamin B12 yang berguna dalam membantu perkembangan otak dan mencegah bayi lahir cacat.

Vitamin D

Vitamin ini berperan dalam pembentukan tulang janin. Kebanyakan vitamin D didapatkan dari sinar matahari alih-alih konsumsi makanan.

Vitamin C

Vitamin C dapat menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh. Selain itu, vitamin ini adalah antioksidan yang dapat melindungi sel tubuh dari kerusakan.

Vitamin A

Vitamin A ikut mendukung pembentukan dan pertumbuhan organ tubuh janin. Vitamin ini juga bisa menjadi antioksidan.

Vitamin E

Selain untuk meningkatkan sistem imun, vitamin E bermanfaat dalam perkembangan saraf janin.

Selain beberapa jenis vitamin tersebut, ada sejumlah zat gizi yang penting selama masa kehamilan trimester pertama, seperti asam folat yang dapat mencegah kecacatan, iodin untuk perkembangan sistem saraf dan otak, serta zat besi buat mencegah anemia pada ibu dan meningkatkan berat badan janin.

Tidak ada ketentuan pasti kapan ibu bisa mulai mengonsumsi suplemen vitamin. Sebab, kondisi tiap ibu berbeda-beda. Ada yang kebutuhan vitaminnya terpenuhi dengan baik, tapi ada pula yang mengalami defisiensi sehingga memerlukan suplemen.

Namun suplemen vitamin aman dikonsumsi sejak sebelum masa kehamilan. Tentu lebih baik dengan resep dokter. Vitamin prenatal ini bisa menjadi pembuka jalan untuk perkembangan janin yang sesuai dengan harapan.

Konsumsi suplemen vitamin lazimnya mulai dilakukan pada trimester pertama kehamilan, tepatnya setelah ibu menjalani pemeriksaan ultrasonografi (USG). Dari pemeriksaan itu, dokter bisa mengetahui kondisi ibu dan merekomendasikan suplemen vitamin tertentu jika perlu.

Suplemen vitamin ibu hamil biasanya berupa multivitamin, yakni kombinasi berbagai jenis vitamin dan mineral. Ada multivitamin yang khusus dirancang bagi ibu hamil, tapi ada pula untuk kebutuhan lain. Anda harus memastikan mengonsumsi multivitamin yang tepat.

Satu hal yang perlu digaris bawahi, multivitamin ini hanya bersifat melengkapi, bukan sebagai pengganti. Ibu hamil tidak lantas boleh meninggalkan makanan sehat dan bergizi setelah mengonsumsi suplemen vitamin. Pola dan menu makan sehat tetap penting mesti ibu mengonsumsi vitamin tambahan.

Efek Samping Konsumsi Suplemen Vitamin Prenatal

Secara umum, tubuh hanya memerlukan vitamin dalam jumlah kecil. Vitamin yang berlebih dalam tubuh justru berisiko bagi kesehatan. Konsumsi suplemen vitamin prenatal pun bisa menimbulkan sejumlah efek samping, misalnya:

  • Pusing

  • Mual

  • Muntah

  • Diare

  • Sembelit

Karena itu, demi kesehatan ibu dan perkembangan janin, sebaiknya konsumsi vitamin ibu hamil sesuai dengan resep dokter.

 

Narasumber:
dr Renny Lestari Avriyani, SpOG
Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan
Primaya Hospital Bekasi Utara
https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/vitamin-ibu-hamil-trimester-1/

 

Baca juga : Bentuk Tubuh (Somatotype) dan Olahraga

0 Disukai

177 Kali Dibaca