Jumat, 12 Maret 2021 11:23 WIB

Mengenal Obesitas

Berdasarkan data WHO tahun 2016, sekitar 650 juta penduduk berusia dewasa mengalami obesitas, sedangkan 340 juta anak-anak dan remaja usia 5 hingga 19 tahun mengalami berat badan berlebih. Di Indonesia sendiri, pada tahun 2010, diperkirakan terdapat 23% orang dewasa mengalami obesitas, dan wanita lebih banyak yang mengalaminya dibanding dengan pria.

Obesitas merupakan penumpukan lemak yang berlebihan akibat ketidakseimbangan asupan energi (energy intake) dengan energi yang digunakan (energy expenditure) dalam waktu lama (WHO, 2000).

Obesitas terjadi karena ketidakseimbangan antara asupan energi dengan pengeluaran energi, dimana asupan lebih besar dibanding pengeluaran.

  1. Faktor gaya hidup merupakan penyebab paling umum dari obesitas. Hal ini meliputi:
    • Makan dalam porsi besar dan makan camilan di sela waktu makan.
    • Konsumsi makanan tinggi lemak dan gula, termasuk minuman ringan dan konsentrat jus buah.
    • Sedentari (kurang aktivitas fisik)
    • Kurang olahraga 
  2. Genetik. Orang dengan riwayat keluarga kelebihan berat badan atau obesitas lebih cenderung mengalami obesitas.
  3. Penyakit dan pengobatan tertentu juga dapat menyebabkan penambahan berat badan.
  4. Faktor psikis/stres.

Berdasarkan penyebaran lemak dalam tubuh, ada dua macam obesitas, yaitu:

  1. Tipe Android (buah apel/sentral/visceral)
    Tipe android biasanya dialami oleh pria atau wanita yang sudah menopause. Penumpukan lemak terjadi pada bagian tubuh atas, bahu, wajah, lengan, leher, dada, dan bagian atas perut. Lemak yang menumpuk adalah lemak jenuh.
  2. Tipe Ginoid (buah pir)
    Tipe ginoid umumnya diderita oleh wanita dengan timbunan lemak pada bagian tubuh bawah, sekitar perut, pinggul, paha, pantat. Tipe ini relatif lebih aman dibanding tipe android sebab timbunan lemak umumnya bersifat tak jenuh, namun sulit untuk menurunkan lemak badan.

Berdasarkan tipe selnya, obesitas dapat digolongkan dalam beberapa tipe, yaitu:

  1. Tipe Hiperplastik
    Obesitas yang terjadi karena jumlah sel lemak yang melebihi normal, namun ukurannya sesuai dengan ukuran sel normal. Tipe ini terjadi masa anak-anak.
  2. Tipe Hipertropik
    Obesitas yang terjadi karena ukuran sel lemak melebihi ukuran normal. Tipe ini terjadi masa dewasa.
  3. Tipe Hiperplastik dan Hipertropik
    Obesitas yang terjadi karena jumlah dan ukuran sel lemak melebihi normal. Obesitas ini dimulai dari masa anak-anak dan akan terus berlangsung sampai dewasa. Upaya menurunkan berat badan pada tipe ini adalah yang paling sulit.

Sindrom metabolik merupakan sebutan untuk sekelompok faktor yang dapat meningkatakan risiko individu terhadap penyakit jantung dan masalah kesehatan lainnya, seperti diabetes mellitus dan stroke. Sindrom metabolik mempunyai setidaknya tiga dari lima komponen yaitu tekanan darah tinggi, kadar trigliserida tinggi, HDL rendah, obesitas sentral, dan tingginya kadar gula darah.

Baca juga : Pencegahan Obesitas