Selasa, 09 Maret 2021 11:03 WIB

Pengaturan Makan pada PJK

Pengaturan makan pada pasien PJK pada prinsipnya tetap mengedepankan gizi seimbang. Keseimbangan asupan zat gizi akan membantu mempertahankan berat badan ideal agar tidak memperberat kerja jantung. Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah pembatasan konsumsi lemak, khususnya lemak jenuh dan trigliserida yang berasal dari bahan makanan tinggi karbohidrat. Disarankan pula untuk lebih memilih konsumsi bahan makanan sumber lemak tidak jenuh.

Prinsip diet untuk mempertahankan fungsi jantung tetap sehat meliputi:

  1. Konsumsi lebih banyak sayur dan buah yang merupakan sumber serat, vitamin, dan mineral serta mengandung antioksidan untuk menjaga pembuluh darah dari timbunan lemak. Disarankan untuk memenuhi setengah piring makan dengan sayur-sayuran dan mengganti camilan dengan buah-buahan.
  2. Kebutuhan energi sebesar 25 - 30 kkal/kg BB Ideal pada wanita dan 30 - 35 kkal/kg BB Ideal pada pria. Energi diberikan bertahap sesuai dengan kemampuan tubuh.
  3. Kebutuhan karbohidrat sebesar 50-60% dari total kebutuhan energi. Disarankan memilih sumber karbohidrat kompleks (nasi merah, kentang, jagung, ubi, dan gandum utuh). Batasi konsumsi sumber karbohidrat sederhana (gula pasir, gula merah, madu, sirop, dan hasil produknya) karena selain meningkatkan nilai trigliserida, kelebihan asupan karbohidrat dapat memperberat keluhan sesak napas pada pengidap jantung koroner.
  4. Kebutuhan protein sebesar 0.8-1.5 gr/kg BB ideal atau 15-25% dari total kebutuhan energi. Konsumsi sumber protein bervariasi seperti ayam tanpa kulit, ikan, telur, dan kacang-kacangan. Sangat disarankan konsumsi ikan yang mengandung asam lemak omega 3 minimal dua kali seminggu. Asam lemak omega 3 membantu menurunkan kadar kolesterol dan meningkatkan kesehatan pembuluh darah. Konsumsi daging merah diperbolehkan dengan memilih yang rendah lemak (daging kurus) dengan frekuensi makan maksimal tiga kali seminggu.
  5. Memilih susu dan yoghurt plain. Jika ingin menurunkan nilai kolesterol darah lebih disarankan memilih susu skim atau non-fat.
  6. Kebutuhan lemak sebesar 20-25% dari total kebutuhan energi, dengan komposisi 10% lemak jenuh dan 10-15% lemak tidak jenuh. Sumber lemak tak jenuh diantaranya alpukat, kacang almond, minyak zaitun, minyak kanola, atau minyak biji bunga matahari.
  7. Batasi penggunaan garam hanya 1 sendok teh per hari. Garam mengandung natrium/sodium yang jika dikonsumsi berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah. Tambahkan bumbu lain seperti bawang, lada, jahe, dan rempah lainnya untuk menambah cita rasa makanan.

Saran Makanan yang Dianjurkan

  1. Makanlah berbagai jenis sayuran dan buah-buahan segar.
    Hindari sayuran olahan dengan saus berkalori tinggi atau tambahan gula maupun garam. Memilih sayuran yang tinggi serat dan rendah pati (non-starchy vegetable) seperti bayam, buncis, brokoli, dan segala jenis sayuran yang berwarna hijau, putih, kuning, oranye, atau merah yang mengandung fitokimia  (bahan kimia dari tumbuh-tumbuhan) sebagai antioksidan.
    Serat bersifat lebih mengenyangkan sehingga mencegah kita untuk mengonsumsi makanan ringan yang cenderung tinggi kalori, natrium, dan gula.
    Dengan mengunyah makanan perlahan-lahan sampai 30 kali di dalam mulut, akan meningkatkan pengeluaran enzim pencernaan yang dapat meringankan pekerjaan lambung sehingga aman bagi orang-orang yang memilki riwayat gastritis/maag karena rasa kembung akan jarang muncul, diare hilang, dan BAB lancar.
    Sayuran hijau juga merupakan sumber vitamin A dan K yang berfungsi sebagai pencegahan penyakit jantung dan stroke.
  2. Konsumsi sumber asam lemak omega 3.
    Ikan laut terutama ikan air laut dalam (deep sea fish) mengandung kadar omega 3 yang tinggi dan baik untuk pencegahan dan perawatan PJK. Konsumsi ikan sebanyak 200 gram atau lebih dalam seminggu akan mengurangi risiko kematian akibat penyakit jantung dan pembuluh darah.
    Menurut penelitian Joseph Hibbeln (National Institute of Health), omega 3 dalam ikan penting karena dapat mengurangi reaksi inflamasi dan memicu kinerja sel saraf. Konsumsi ikan segar (air tawar dan air laut) lebih bermanfaat dalam pencegahan PJK dibandingkan suplemen omega 3 karena kandungan lemak tidak jenuhnya. Namun perlu diperhatikan pengolahan dari ikan tersebut agar tidak merusak dan mengurangi kandungan gizinya. Pengolahan dengan suhu tinggi dan waktu yang lama akan merusak kandungan protein, juga mengubah ikatan kimia lemak sehingga lemak yang terkandung berubah menjadi lemak jenuh yang dapat memicu radikal bebas dalam tubuh.
    Jenis ikan yang disarankan antara lain seperti salmon, makarel, hering, kod, sarden, lele, ikan kembung, dan cumi-cumi.
    Sumber omega 3 yang lain: 
    • Minyak nabati seperti minyak kanola dan minyak kedelai
    • Biji-bijian seperti flaxseed dan chia seed serta kacang kedelai.
  3. Konsumsi makanan dari sumber biji-bijian dan kacang-kacangan. 
    Jagung, nasi merah, roti gandum, sereal, havermut, dan makanan sejenis mengandung banyak serat sebagai sumber antioksidan untuk menurunkan lemak dan kolesterol dalam darah, serta mencegah terjadinya plak pada arteri yang memicu PJK.
  4. Menambahkan bumbu alami dalam makanan salah satunya bawang putih.
    Bawang putih yang mengandung senyawa kimia allicin dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dan menurunkan sifat pembekuan darah. Bawang putih dapat menurunkan kadar kolesterol dan trigliserida total hingga 20 mg/dl.

Makanan yang Tidak Dianjurkan
Kurangi dan hindari makanan dengan sumber lemak jenuh. Lemak jenuh adalah lemak yang mengandung kolesterol yang jika menumpuk dalam pembuluh darah akan membuat pembuluh darah menjadi sempit sehingga dapat mengakibatkan penyumbatan. Menu gorengan adalah salah satu jenis lemak jenuh yang sering kita jumpai.

Tips mengurangi lemak jenuh:

  1. Jika menghendaki pengolahan dengan minyak, pilhlah minyak nabati seperti minyak jagung, minyak kedelai, dan minyak zaitun.
  2. Kurangi penggunaan dan konsumsi mentega karena mentega merupakan salah satu sumber lemak jenuh. Demikian juga makanan olahan yang menggunakan mentega seperti roti dan kue-kue. Selain itu, penggunaan margarin juga perlu dikurangi. Meskipun bukan sumber lemak jenuh, margarin mengandung lemak trans yang juga tidak baik untuk kesehatan jantung, selain itu margarin juga memiliki nilai kalori yang tinggi.
  3. Memilih daging tanpa lemak dan menghindari daging olahan. Buang lemak pada daging dan sisihkan kulit pada ayam dan bebek.
  4. Memilih produk susu dan olahannya yang rendah lemak dibandingkan dengan full cream. Pastikan kandungan tersebut sesuai pada label dalam kemasan.
  5. Mengurangi pengolahan dengan cara menggoreng, lebih baik mengukus, merebus, atau memanggang.
  6. Batasi konsumsi makanan goreng tinggi lemak, cukup hanya dua kali per minggu.
  7. Batasi konsumsi roti atau kue yang mengandung banyak krim.
  8. Hindari masakan berbahan santan, kari, atau minyak kelapa.

Tentukan Jadwal Makan
Berikut contoh jadwal makan yang ideal:

  1. Sarapan (06.00 - 07.00) wajib.
  2. Kudapan 1 (09.00 - 10.00) tidak wajib namun disarankan, pilih makanan rendah kalori.
  3. Makan siang (12.00 - 13.00) wajib.
  4. Kudapan 2 (15.00 - 16.00) tidak wajib namun disarankan, pilih makanan rendah kalori.
  5. Makan sore (18.00 - 19.00) wajib.

Hal terpenting adalah tidak melewatkan sarapan.

Baca juga : Pengendalian Faktor Risiko Kejadian PJK