• icon-phone Contact Center Yakes Telkom : 022 - 4521405
  • Contact Center Yakes Telkom : 022 - 4521405

Info Terbaru

image-newest
Info Kesehatan

Cara Ampuh Usir Stres dan Tingkatkan Fokus Hanya dengan Mengatur Napas Kamis, 16 Juli 2026 10:02 WIB Gaya hidup modern yang serba cepat dan tekanan pekerjaan sering kali memicu stres dan kecemasan. Saat kondisi tersebut melanda, napas seseorang umumnya menjadi lebih cepat dan tidak teratur. Untuk mengatasi hal ini, para ahli kesehatan merekomendasikan sebuah metode sederhana yang dikenal dengan sebutan teknik box breathing. Melalui kampanye edukasi kesehatannya, Yakes-Telkom turut membagikan panduan praktis mengenai teknik pernapasan ini. Metode box breathing dinilai efektif sebagai pertolongan pertama untuk mengembalikan ritme napas, sehingga tubuh dan pikiran dapat kembali rileks. Apa Itu Box Breathing? Melansir dari informasi kesehatan yang dibagikan, box breathing adalah teknik pernapasan terstruktur yang membagi proses pernapasan ke dalam empat langkah utama, di mana masing-masing fase ditahan selama 4 detik. Teknik ini tidak memerlukan peralatan khusus maupun ruangan yang luas, sehingga sangat praktis dilakukan kapan saja dan di mana saja, terutama dalam situasi yang memicu kepanikan atau ketegangan. Beragam Manfaat untuk Kesehatan Mental dan Fisik Penerapan box breathing secara rutin tidak hanya sekadar mengatur napas, tetapi juga memberikan dampak signifikan bagi kesehatan tubuh, antara lain: Meredakan Stres dan Kecemasan: Membantu menenangkan sistem saraf pusat sehingga ketegangan tubuh berkurang. Meningkatkan Fokus dan Konsentrasi: Pikiran yang tenang terbukti ampuh menjernihkan otak, sehingga produktivitas saat bekerja atau belajar kembali meningkat. Membantu Tidur Lebih Nyenyak: Sangat direkomendasikan bagi mereka yang mengalami insomnia atau kesulitan tidur, karena teknik ini mampu menenangkan pikiran sebelum istirahat malam. Menurut anjuran medis, teknik ini sangat tepat diaplikasikan pada momen-momen krusial, seperti saat sedang merasa cemas, sebelum melakukan presentasi atau rapat penting, setelah menjalani aktivitas fisik yang melelahkan, maupun menjelang waktu tidur. Cara Tepat Mempraktikkan Box Breathing Bagi Anda yang ingin mencobanya, ikuti empat tahapan sederhana berikut yang masing-masing berdurasi 4 detik: Tarik Napas: Hirup udara secara perlahan dan dalam melalui hidung selama 4 detik. Tahan Napas: Tahan udara di dalam paru-paru sejenak, juga selama 4 detik. Buang Napas: Hembuskan udara secara perlahan melalui mulut selama 4 detik. Tahan Kembali: Tahan kembali napas Anda (kondisi paru-paru kosong) selama 4 detik sebelum mengulangi siklus pertama. Ulangi siklus pernapasan ini beberapa kali hingga Anda merasa beban pikiran mulai terangkat dan tubuh terasa jauh lebih rileks. Tips Memaksimalkan Latihan Agar mendapatkan hasil yang optimal, terdapat beberapa tips yang bisa diterapkan saat mempraktikkan box breathing: Carilah posisi duduk atau berdiri yang paling nyaman dan rileks. Lakukan proses bernapas secara perlahan tanpa terburu-buru. Fokuskan pikiran penuh pada hitungan (1 sampai 4) dan rasakan setiap ritme napas yang masuk dan keluar. Lakukan latihan ini selama 1 hingga 5 menit, atau sesuaikan dengan kebutuhan tubuh Anda. Dengan meluangkan waktu beberapa menit saja setiap harinya, tubuh tidak hanya menjadi lebih rileks, tetapi stres pun menjadi lebih mudah untuk dikelola. Sebuah langkah kecil yang membawa dampak besar bagi kualitas hidup dan kesehatan mental Anda.

image-newest
Info Kesehatan

Ingin Mood Lebih Stabil? Kenali Peran 4 Hormon Bahagia dalam Tubuh Senin, 13 Juli 2026 11:52 WIB Perasaan bahagia tidak hanya dipengaruhi oleh keadaan sekitar, tetapi juga oleh berbagai proses alami yang terjadi di dalam tubuh. Salah satunya adalah peran empat hormon yang sering dikenal sebagai hormon bahagia, yaitu dopamin, serotonin, oksitosin, dan endorfin. Masing-masing memiliki fungsi yang berbeda dalam menjaga keseimbangan suasana hati, motivasi, hingga hubungan sosial. 1. Dopamin: Meningkatkan Motivasi dan Rasa Puas Dopamin berperan dalam sistem penghargaan di otak. Hormon ini membantu kita merasa puas setelah menyelesaikan suatu tugas atau mencapai tujuan. Untuk mendukung produksinya, cobalah membuat target kecil yang realistis, melakukan aktivitas yang disukai, dan tetap aktif bergerak. 2. Serotonin: Menjaga Suasana Hati Tetap Stabil Serotonin membantu mengatur suasana hati, kualitas tidur, dan nafsu makan. Kadar serotonin yang seimbang sering dikaitkan dengan perasaan lebih tenang dan fokus. Paparan sinar matahari pagi, olahraga rutin, serta konsumsi makanan bergizi dapat membantu menjaga kadarnya. 3. Oksitosin: Mempererat Ikatan Sosial Oksitosin dikenal sebagai hormon yang mendukung rasa percaya, empati, dan kedekatan emosional. Meluangkan waktu bersama keluarga atau sahabat, berbagi cerita, dan membangun interaksi yang positif dapat membantu meningkatkan pelepasan hormon ini. 4. Endorfin: Membantu Meredakan Stres Endorfin adalah zat alami yang membantu mengurangi rasa tidak nyaman dan memberikan perasaan lebih rileks. Hormon ini dapat meningkat saat berolahraga, tertawa, atau melakukan hobi yang menyenangkan. Menjaga keseimbangan hormon-hormon tersebut tidak memerlukan langkah yang rumit. Pola hidup sehat, tidur yang cukup, aktivitas fisik secara rutin, serta menjaga hubungan sosial yang baik merupakan kebiasaan sederhana yang dapat memberikan manfaat bagi kesehatan fisik maupun mental. Ingat, bahagia bukan sekadar perasaan, tetapi juga hasil dari tubuh dan pikiran yang terawat dengan baik.

image-newest
Info Kesehatan

Minuman Manis, Teman atau Ancaman? Selasa, 07 Juli 2026 10:58 WIB Segelas es teh manis saat makan siang, kopi kekinian di sore hari, atau minuman bersoda saat berkumpul bersama teman mungkin sudah menjadi bagian dari rutinitas banyak orang. Rasanya menyegarkan dan mampu meningkatkan suasana hati. Namun, tanpa disadari, kebiasaan mengonsumsi minuman manis setiap hari dapat membuat asupan gula menjadi berlebihan. Padahal, tubuh memang membutuhkan gula sebagai sumber energi, tetapi dalam jumlah yang sesuai. Ketika konsumsi gula melebihi kebutuhan tubuh secara terus-menerus, risiko berbagai penyakit kronis pun dapat meningkat. Asupan gula berlebih dapat menyebabkan berat badan bertambah karena kelebihan gula akan disimpan sebagai lemak. Selain itu, kadar gula darah yang sering melonjak juga dapat meningkatkan risiko diabetes melitus tipe 2. Tidak hanya itu, konsumsi gula berlebihan juga dikaitkan dengan meningkatnya risiko penyakit jantung, kerusakan gigi akibat bakteri di rongga mulut, hingga membuat tubuh lebih cepat lapar dan mudah lelah karena kadar gula darah yang naik dan turun secara drastis. Kabar baiknya, mengurangi konsumsi gula tidak harus dilakukan secara ekstrem. Perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten justru lebih mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, mulai memilih air putih sebagai minuman utama, mengurangi minuman kemasan atau kopi dengan tambahan gula, serta membiasakan membaca label informasi gizi sebelum membeli makanan dan minuman. Jika ingin camilan, buah segar dapat menjadi pilihan yang lebih sehat dibandingkan makanan atau minuman tinggi gula. Bagi yang terbiasa mengonsumsi minuman manis, kurangi kadar gulanya secara bertahap. Cara ini membantu lidah beradaptasi sehingga tubuh tidak merasa "kehilangan" rasa manis secara tiba-tiba. Melalui Hari ke-6 dalam rangkaian "7 Tantangan 7 Hari Lebih Sehat", Yakes mengajak seluruh peserta untuk mulai membangun kebiasaan sederhana ini. Mengurangi minuman manis bukan berarti menghilangkan kenikmatan, melainkan memilih yang lebih baik bagi kesehatan tubuh.

image-newest
Info Kesehatan

Berani Selesaikan Challenge 6.000 Langkah? Jumat, 03 Juli 2026 08:32 WIB Menjalani gaya hidup sehat tidak selalu harus dimulai dengan olahraga yang berat. Aktivitas sederhana seperti berjalan kaki dapat memberikan manfaat besar bagi kesehatan jika dilakukan secara rutin. Karena itu, pada Challenge Kedua dalam 7 Tantangan untuk 7 Hari Lebih Sehat ala Yakes, Anda diajak untuk mulai membiasakan diri berjalan kaki 6.000–9.000 langkah setiap hari. Mengapa Jalan Kaki Penting? Jalan kaki merupakan salah satu bentuk aktivitas fisik yang mudah dilakukan oleh hampir semua orang, tanpa memerlukan peralatan khusus. Meski sederhana, kebiasaan ini dapat membantu menjaga kebugaran tubuh sekaligus mengurangi risiko berbagai penyakit. Berjalan kaki secara rutin memiliki sejumlah manfaat, antara lain: Menjaga kesehatan jantung dengan membantu melancarkan sirkulasi darah. Memperkuat otot dan tulang, sehingga tubuh tetap kuat dan aktif. Membantu menjaga berat badan jika diimbangi dengan pola makan yang sehat. Menurunkan risiko penyakit kronis, seperti diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi, dan penyakit jantung. Tidak Perlu Langsung Mencapai Target Bagi yang belum terbiasa aktif bergerak, tidak perlu memaksakan diri untuk langsung mencapai 6.000 langkah dalam satu hari. Mulailah sesuai kemampuan, misalnya dengan berjalan kaki selama 10–15 menit atau memilih tangga dibandingkan lift. Tingkatkan jumlah langkah secara bertahap hingga menjadi kebiasaan. Konsistensi jauh lebih penting daripada memaksakan target yang terlalu tinggi di awal. Setiap langkah yang dilakukan hari ini merupakan investasi bagi kesehatan di masa depan. Tips Agar Jalan Kaki Lebih Nyaman Agar aktivitas berjalan kaki tetap aman dan menyenangkan, beberapa hal berikut dapat diperhatikan: Gunakan sepatu yang nyaman dan sesuai untuk berjalan. Minum air putih yang cukup sebelum dan setelah beraktivitas. Pilih waktu yang nyaman, seperti pagi atau sore hari, saat suhu udara tidak terlalu panas. Manfaatkan aktivitas sehari-hari, seperti berjalan menuju tempat kerja, berkeliling kantor, atau berjalan santai setelah makan. Saatnya Melangkah Menuju Hidup Lebih Sehat Menerapkan kebiasaan berjalan kaki setiap hari merupakan langkah sederhana yang dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi kesehatan. Bersama 7 Tantangan untuk 7 Hari Lebih Sehat ala Yakes, mari mulai bergerak lebih aktif dan jadikan setiap langkah sebagai bagian dari gaya hidup sehat. Sudah berapa langkah yang Anda tempuh hari ini?

image-newest
Info Kesehatan

Berani Ikut Challenge 8 Gelas Air Putih? Langkah Pertama Menuju 7 Hari Lebih Sehat Kamis, 02 Juli 2026 15:34 WIB Menjalani pola hidup sehat tidak selalu harus dimulai dengan perubahan besar. Kebiasaan sederhana seperti rutin minum air putih dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi kesehatan tubuh. Karena itu, dalam rangka 7 Tantangan untuk 7 Hari Lebih Sehat ala Yakes, tantangan pertama yang dapat mulai diterapkan adalah memenuhi kebutuhan cairan dengan minum 8 gelas air putih setiap hari. Mengapa Minum Air Putih Itu Penting? Sekitar 60% tubuh manusia terdiri dari air. Air berperan penting dalam berbagai fungsi tubuh, mulai dari menjaga keseimbangan cairan, mengatur suhu tubuh, membantu proses metabolisme, hingga mendukung kerja organ-organ vital seperti ginjal dan jantung. Ketika tubuh kekurangan cairan, berbagai aktivitas sehari-hari dapat terganggu. Konsentrasi menurun, tubuh terasa lemas, bibir dan mulut menjadi kering, bahkan urine dapat berubah menjadi lebih pekat sebagai tanda tubuh membutuhkan lebih banyak cairan. Jangan Tunggu Haus Banyak orang baru minum ketika merasa haus. Padahal, rasa haus merupakan salah satu sinyal bahwa tubuh mulai mengalami kekurangan cairan. Oleh karena itu, biasakan untuk minum secara berkala sepanjang hari, bukan hanya saat haus. Beberapa cara sederhana untuk memenuhi kebutuhan cairan antara lain: Memulai hari dengan segelas air putih setelah bangun tidur. Membawa botol minum saat beraktivitas. Minum air putih sebelum makan. Menambah asupan cairan setelah berolahraga atau saat cuaca panas. Mengonsumsi buah dan sayur yang kaya kandungan air. Langkah Kecil, Manfaat Besar Membiasakan diri minum 8 gelas air putih setiap hari merupakan langkah sederhana yang dapat membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi, meningkatkan fokus, mendukung fungsi organ, serta menjaga kebugaran selama beraktivitas. Mari mulai kebiasaan baik ini bersama 7 Tantangan untuk 7 Hari Lebih Sehat ala Yakes. Karena perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten. Sudah berapa gelas air putih yang Anda minum hari ini? 

image-newest
Info Kesehatan

Deadline Terus, Mood Tergerus? Yuk Cek Kondisimu! Selasa, 30 Juni 2026 10:05 WIB Di tengah tuntutan pekerjaan, target yang harus dicapai, hingga berbagai aktivitas sehari-hari, kesehatan jiwa sering kali menjadi hal yang terabaikan. Padahal, kondisi mental yang sehat berperan penting dalam menjaga produktivitas, kualitas hubungan dengan rekan kerja, serta kemampuan mengambil keputusan. Merasa lelah sesekali atau stres saat menghadapi deadline adalah hal yang wajar. Namun, jika kondisi tersebut berlangsung terus-menerus dan mulai memengaruhi aktivitas sehari-hari, bisa jadi tubuh sedang memberi sinyal bahwa kesehatan jiwa membutuhkan perhatian lebih. Tanda Kesehatan Jiwa Perlu Diperhatikan Beberapa tanda yang patut diwaspadai antara lain: Mudah merasa lelah meskipun sudah cukup beristirahat. Sulit berkonsentrasi atau sering melakukan kesalahan saat bekerja. Lebih mudah marah, sensitif, atau kehilangan kesabaran. Kehilangan motivasi dan semangat dalam menyelesaikan pekerjaan. Sulit tidur atau justru tidur berlebihan. Menarik diri dari lingkungan kerja atau menghindari interaksi sosial. Jika gejala-gejala tersebut dirasakan dalam waktu yang cukup lama, jangan abaikan. Mengenali kondisi sejak dini merupakan langkah awal untuk menjaga kesehatan jiwa. Mengapa Kesehatan Jiwa Penting di Tempat Kerja? Kesehatan jiwa bukan hanya tentang terhindar dari stres, tetapi juga tentang kemampuan seseorang untuk berpikir jernih, mengelola emosi, beradaptasi dengan tantangan, dan tetap menjalankan perannya secara optimal. Lingkungan kerja yang mendukung kesehatan mental dapat memberikan berbagai manfaat, seperti: Meningkatkan fokus dan produktivitas. Membantu mengelola tekanan kerja dengan lebih baik. Membangun komunikasi dan kerja sama tim yang lebih sehat. Mengurangi risiko kelelahan berkepanjangan (burnout). Meningkatkan kepuasan dan kualitas hidup secara keseluruhan. Rutinitas Sederhana untuk Menjaga Kesehatan Jiwa Menjaga kesehatan jiwa tidak selalu membutuhkan langkah yang rumit. Beberapa kebiasaan sederhana berikut dapat membantu: 1. Luangkan waktu untuk beristirahat. Berikan jeda sejenak di sela pekerjaan untuk meregangkan tubuh, berjalan singkat, atau mengalihkan pandangan dari layar komputer. 2. Kelola beban kerja dengan baik. Susun prioritas pekerjaan dan hindari kebiasaan menunda agar tekanan tidak menumpuk. 3. Tetap aktif bergerak. Aktivitas fisik ringan, seperti berjalan kaki atau peregangan, dapat membantu memperbaiki suasana hati dan mengurangi ketegangan. 4. Jaga pola tidur dan pola makan. Tidur yang cukup dan asupan gizi seimbang berperan penting dalam menjaga kesehatan fisik maupun mental. 5. Bangun komunikasi yang positif. Jangan ragu berbicara dengan rekan kerja, atasan, keluarga, atau orang yang dipercaya ketika menghadapi tekanan. 6. Cari bantuan profesional bila diperlukan. Apabila stres, kecemasan, atau perubahan suasana hati mulai mengganggu aktivitas sehari-hari dan berlangsung dalam waktu lama, berkonsultasilah dengan psikolog atau tenaga kesehatan jiwa. Mulai Lebih Peduli pada Diri Sendiri Menjaga kesehatan jiwa merupakan bagian dari upaya menjaga kesehatan secara menyeluruh. Mengenali sinyal dari tubuh, memberi waktu untuk beristirahat, serta membangun kebiasaan hidup yang sehat dapat membantu menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Ingat, kinerja terbaik selalu dimulai dari pikiran yang sehat. Luangkan waktu untuk merawat diri, karena kesehatan jiwa yang baik bukan hanya bermanfaat bagi diri sendiri, tetapi juga mendukung produktivitas dan kualitas hidup yang lebih baik.

image-newest
Info Kesehatan

Manisnya Sesaat, Risikonya Bisa Lebih Lama Jumat, 26 Juni 2026 09:19 WIB Minuman manis seperti kopi susu, boba, teh kemasan, dan minuman bersoda telah menjadi bagian dari gaya hidup banyak orang. Meski terasa nikmat dan menyegarkan, konsumsi yang terlalu sering dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit tidak menular yang berdampak pada kesehatan dalam jangka panjang. Kandungan gula tambahan dalam minuman manis dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah. Jika dikonsumsi secara berlebihan dan terus-menerus, kondisi ini dapat meningkatkan risiko diabetes melitus tipe 2, kelebihan berat badan atau obesitas, penyakit jantung, hingga gangguan metabolisme. Kementerian Kesehatan RI menganjurkan konsumsi gula tidak lebih dari 50 gram atau sekitar 4 sendok makan per hari. Namun, tanpa disadari, satu gelas minuman kekinian dapat mengandung gula dalam jumlah yang mendekati bahkan melebihi batas tersebut. Untuk menjaga kesehatan, Anda dapat menerapkan beberapa langkah sederhana: Utamakan air putih sebagai minuman sehari-hari. Pilih minuman tanpa tambahan gula atau dengan kadar gula yang lebih rendah. Konsumsi buah sebagai alternatif rasa manis alami. Biasakan membaca informasi nilai gizi sebelum membeli produk minuman kemasan. Mengurangi konsumsi gula bukan berarti menghilangkan kesenangan menikmati minuman favorit. Kuncinya adalah mengatur frekuensi dan porsi konsumsi agar tubuh tetap sehat dan terhindar dari risiko penyakit di kemudian hari. Yuk, mulai lebih bijak memilih minuman. Langkah kecil hari ini dapat menjadi investasi besar untuk kesehatan di masa depan.

Info Terpopuler

image-popular
Info Kesehatan

Telemedicine menjadi alternatif konsultasi dimasa Pandemi Senin, 18 Januari 2021 11:05 WIB Tahun 2020 sudah selesai akan tetapi,  lain halnya dengan Pandemi yang sampai akhir 2020 belum kunjung usai. Dalam masa Pandemik ini, Yakes Telkom memberikan layanan Telemedicine yaitu pemakaian telekomunikasi untuk memberikan informasi dan pelayanan medis jarak-jauh. Telemedicine saat ini, menggunakan teknologi komunikasi dengan gadget untuk memberikan konsultasi fasilitas kesehatan di tempat yang berjauhan, bisa secara langsung via telepon, berkirim pesan, ataupun videocall dengan aplikasi WA (whatsapp) atau aplikasi Telegram. Layanan Telemedicine dibutuhkan oleh Pelanggan dalam masa pandemik Covid-19 saat ini karena ada beberapa layanan yang bisa didapatkan oleh pelanggan dengan menggunakan Telemedicine diantaranya adalah: Layanan Konsultasi medis dengan dokter dan petugas medis lainnya di Yakes Telkom. Memberi kemudahan saat pelanggan ingin mendapatkan Obat Rutin yang dikonsumsi tanpa harus datang ke Poliklinik Yakes Telkom. Permintaan rujukan pemeriksaan Laboratorium dan rujukan ke rumah sakit. Layanan konsultasi tentang restitusi. Layanan konsultasi non medis perihal kepesertaan. Kenapa harus Telemedicine? Guna mencegah penyebaran virus covid-19 lebih baik apabila dirumah saja untuk menghindari kerumunan, itulah sebabnya Yakes Telkom lebih menekankan Telemedicine daripada pelanggan datang langsung ke Poliklinik. Dengan Telemedicine para pelanggan tetap bisa mendapatkan layanan kesehatan dari Yakes. Untuk layanan medis para pelanggan bisa melakukan konsultasi kepada para dokter, apabila memerlukan obat dokter akan memberikan dan dikirim menggunakan kurir. Demikian juga dengan rujukan bisa juga didapatkan dengan melakukan Telemedicine. Tidak hanya layanan konsultasi medis saja yang diberikan kepada para pelanggan, melainkan dari sisi Non Medispun bisa melakukan Telemedicine, salah satu contohnya adalah layanan Konsultasi kepesertaan. Untuk melakukan laporan update Faskes putra/i dari pelanggan, Pensiunan dapat mengirimkan foto atau scan persyaratan yang sudah lengkap kepada admin kepesertaan untuk diproses lebih lanjut. Selain itu juga pengajuan untuk cetak kartu kesehatan bisa dilayani secara online via Whatsapp ataupun Telegram, dengan mengirimkan persyaratan yang sudah lengkap kepada Admin Kepesertaan pengajuan cetak kartu kesehatan bisa diproses lebih lanjut. Saat ini Yakes Telkom tak henti-hentinya memberikan layanan yang terbaik kepada para pelanggan karena sesuai dengan slogan terbaru Yakes Telkom yaitu Sehat Tekad Kita, Melayani dengan Cinta (YKS05-01)

image-popular
Info Kesehatan

Be Mindful of Your Mental Health Sabtu, 24 Oktober 2020 08:36 WIB Tidak dipungkiri lagi bahwa kesehatan mental merupakan salah satu bagian yang menandakan sehatnya seseorang. Sehat tidak hanya dilihat dari kondisi fisik saja, tetapi bagaimana kondisi psikologis diri kita. Di tengah kondisi pandemic Covid-19 yang melanda, mari kita tanyakan ke diri sendiri, sejahterakah kita secara psikologis? Sejahtera secara psikologis menandakan bahwa diri kita memiliki perasaan yang baik (feeling good) dan dapat berfungsi secara efektif (functioning effectively). Untuk dapat sejahtera secara psikologis, tentunya kita perlu memperhatikan (mindful) kondisi kesehatan mental. Mengapa demikian? Alasannya sangat sederhana, karena dengan memberikan perhatian maka kita lebih menyadari serta dapat lebih memahami kondisi diri kita. Mindfulness adalah suatu pendekatan integratif yang didasarkan pada hubungan pikiran & tubuh, yang membantu individu untuk mengelola pikiran dan perasaan serta kesehatan mental mereka. Mindfulness merupakan hal yang mudah untuk dilakukan. Salah satu contoh simpelnya adalah dengan kita menyadari bagaimana rasa makanan yang tadi dicicipi? Apa warna baju yang dipakai hari ini? Apa perasaan yang muncul ketika atasan memberikan feedback kepada saya? Apa yang saya rasakan ketika rekan kerja menolak pendapat saya? Sadar akan apa yang sedang dipikirkan atau dirasakan menjadi salah satu wujud agar kita dapat menjalankan hari-hari dengan nyaman serta menemukan solusi yang terbaik untuk permasalahan yang dihadapi. Selain menyadari apa yang terlintas dipikiran dan dirasakan, menyadari apa yang tubuh kita coba untuk sampaikan juga salah satu bentuk mindfulness. Sebagai contoh, saat berada pada situasi penuh tekanan atau kecemasan, ternyata tubuh kita memunculkan reaksi tertentu seperti detak jantung meningkat, otot tegang atau napas terhambat. Dengan memperhatikan perubahan yang muncul tersebut, maka kita dapat pula mencari solusi atas perubahan yang terjadi, salah satu upayanya dengan mengatur napas dengan baik agar tubuh menjadi tenang. Begitu pula dengan situasi Covid-19 yang tengah kita hadapi saat ini, aware terhadap apa yang menjadi pikiran, perasaan, serta pola tingkah laku yang dimunculkan akan membantu kita menentukan langkah pengelolaan yang tepat. Kesadaran ini menandakan pula bahwa kita merawat diri. Kita sadar akan hal yang menjadi pemicu dari kecemasan serta memperhatikan hal-hal apa yang membuat tertekan. Ketika kita mulai memperhatikan kondisi kesehatan mental, tidak hanya diri kita sendiri yang mendapatkan manfaatnya. Manfaat apalagi yang didapat melalui mindfulness? Menyadari kondisi psikologis atau kesehatan mental ini juga dapat membantu mengurangi stigma lingkungan yang buruk terhadap kesehatan mental. Beberapa contoh mindfulness ini adalah, menyadari penggunaan tata bahasa yang digunakan agar tidak menyakiti perasaan orang lain, mengedukasi diri terkait kesehatan mental yaitu dengan mengenali bahwa kesehatan mental memiliki perlakuan yang sama dengan masalah medis lainnya, dan mendengarkan kondisi orang lain tanpa interupsi, asumsi, maupun interpretasi di awal. Nah, beberapa hal tersebut dapat kita latih di kehidupan sehari-hari dan menjadi upaya bagi kita untuk lebih mindful terhadap diri maupun lingkungan sosial. Sudah saatnya kita aware terhadap kesehatan mental. Sesuai dengan kampanye yang dikeluarkan World Federation for Mental Health (WFMH), perayaan Hari Kesehatan Mental Dunia tahun 2020 mengusung tema “Mental Health for All: Greater Investment – Greater Access”, hal tersebut menandakan bahwa sehat mental itu hak setiap orang. Inilah saatnya bagi kita untuk berinvestasi dalam kesehatan mental. By: Rahmi Maya Fitri, M.Psi., Psikolog     “We would never tell someone with a broken leg that they should stop wallowing and get it together. We don’t consider taking medication for an ear infection something to be ashamed of.”  MICHELLE OBAMA     Sumber: https://www.verywellmind.com/improve-psychological-well-being-4177330; https://www.mentalhealth.org.uk/a-to-z/m/mindfulness; https://www.mindfulnessstudies.com/ending-mental-health-stigma-through-mindfulness/

image-popular
Info Kesehatan

Kasus Positif Terus Melonjak, Segera Vaksinasi dan Kencangkan Prokes Minggu, 30 Januari 2022 21:49 WIB Lonjakan Kasus Harian Perupadata mencatatkan penambahan kasus harian Covid-19 sebanyak 9905 kasus (per 28 Januari 2022). Data yang ada juga menunjukkan 90,1% kasus konfirmasi nasional merupakan transmisi lokal dan tercatat sudah 3 pasien kasus konfirmasi Omicron meninggal dunia (memiliki komorbid atau penyakit penyerta dan 1 kasus belum divaksin). Kenaikan kasus harian Covid disinyalir akan terus meningkat dalam beberapa waktu kedepan. Gambaran kenaikan tajam kasus ini juga terlihat di lingkungan TelkomGroup. Munculnya 3 sub varian Omicron Baru-baru ini muncul 3 sub varian Omicron yaitu BA.1 BA.2 dan BA.3, status ketiganya masih terus diteliti. Sementara gejala dibandingkan Delta lebih ringan. BA.2 lebih infeksius dengan gejala lebih ringan dari BA.1. Mutasi virus memang bukanlah hal yang baru, apalagi Variant of Concern cenderung cepat menginfeksi dan akan banyak bermutasi. Yang harus digarisbawahi adalah jangan meremehkan dan jangan abai untuk mencegah virus semakin merajalela dan melahirkan varian yang berbahaya. Cegah dengan Vaksin dan Disiplin Prokes Sesuai dengan anjuran pemerintah melalui Kemenkes, perusahaan turut aktif mengambil langkah-langkah untuk mencegah laju penularan khususnya di lingkungan TelkomGroup dengan mempercepat upaya pelaksanaan vaksinasi booster untuk meningkatkan efektivitas vaksin primer.  Jadi bagi karyawan, pensiunan dan keluarga yg sudah mendapatkan e tiket di Peduli Lindungi dan telah 6 bulan dari vaksin ke 2, segera lakukan vaksinasi booster baik di sentra vaksinasi, RS atau puskesmas terdekat. Ayo kita cegah peningkatan laju Covid dengan tidak panik seraya meningkatkan protokol kesehatan dengan selalu gunakan masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, rajin mencuci tangan, menghindari bepergian kecuali sangat mendesak, dan menghindari kegiatan makan bersama. Semangat Sehat!  #SEMUAWAJIBPAKAIMASKER #SegeraVaksin

image-popular
Info Kesehatan

7 Jus Alami untuk Atasi Asam Urat & Kolesterol Kamis, 28 Agustus 2025 11:37 WIB Jakarta – Penyakit asam urat dan kolesterol tinggi masih menjadi masalah kesehatan yang banyak dialami masyarakat Indonesia. Pola makan yang tidak sehat serta gaya hidup sedentari menjadi faktor utama yang memicunya. Namun, kabar baiknya, sejumlah penelitian menunjukkan konsumsi jus buah tertentu dapat membantu menurunkan kadar asam urat maupun kolesterol secara alami. Setidaknya terdapat tujuh jenis jus yang bermanfaat untuk penderita asam urat maupun kolesterol tinggi. Jus untuk Pengidap Asam Urat Jus Ceri – Mengandung antosianin yang mampu menurunkan kadar asam urat serum setelah konsumsi rutin. Studi juga menunjukkan manfaatnya dalam menekan kolesterol jahat (LDL). Jus Blueberry – Buah ini kaya antioksidan dan serat, yang dapat mengurangi peradangan serta membantu mengontrol kadar asam urat. Jus Lemon – Kandungan vitamin C dan sifat alkalinya terbukti membantu menurunkan kadar asam urat dalam penelitian selama enam minggu. Jus untuk Penderita Kolesterol Tinggi Jus Tomat – Likopen dalam tomat efektif meningkatkan profil lipid dengan menurunkan LDL dan menjaga kesehatan pembuluh darah. Jus Cranberry – Kaya antioksidan, jus ini meningkatkan kolesterol baik (HDL) dan berpotensi menekan kolesterol jahat. Jus Delima – Studi menunjukkan jus delima mampu meningkatkan kadar HDL sekaligus menurunkan LDL. Jus Bit – Mengandung betalain dan flavonoid yang dapat menurunkan kolesterol serta membantu menurunkan tekanan darah tinggi.   Melalui laman resmi Ayo Sehat, Kemenkes RI juga menyarankan konsumsi beberapa buah berikut untuk mendukung pengendalian kolesterol secara alami: Alpukat, kaya lemak tak jenuh tunggal, omega-9, dan serat. Tomat, sumber likopen yang juga bekerja mirip statin alami. Jeruk Nipis, mengandung flavonoid yang membantu menekan produksi LDL. Semangka, kaya likopen dan bermanfaat menjaga kesehatan jantung. Apel, mengandung beta-glucan dan serat larut untuk menurunkan kolesterol. Kombinasi Jus & Buah Segar, Hasil Lebih Optimal Kombinasi konsumsi jus alami dengan buah-buahan segar dipercaya dapat memberikan manfaat lebih maksimal bagi kesehatan. Para ahli menekankan pentingnya menghindari tambahan gula berlebih agar manfaat jus tetap optimal. Selain itu, Kemenkes mengingatkan bahwa perubahan pola makan harus diiringi dengan gaya hidup sehat lainnya seperti olahraga teratur, menjaga berat badan ideal, serta rutin memeriksakan kesehatan untuk mencegah komplikasi penyakit metabolik.