Jumat, 15 Mei 2026 12:00 WIB

Flu Burung

picture-of-article

Penyebab dan Cara Penularan

 

Flu burung disebabkan oleh infeksi virus influenza tipe A yang berasal dari burung. Sebagian besar jenis virus flu burung hanya dapat menyerang dan menular pada unggas, baik unggas liar maupun unggas peternakan, seperti ayam, bebek, angsa, dan burung. Subtipe virus Influenza A yang paling umum ditemukan yaitu virus H5N1, dimana virus ini bisa menginfeksi manusia dan hewan lainnya. Contoh hewan lain yang bisa terkena flu burung dan menularkannya ke manusia antara lain: sapi, kambing, kelinci, anjing, kucing.

Unggas atau hewan yang terinfeksi flu burung akan mengeluarkan virus melalui air liur, lendir, dan kotorannya. Seseorang dapat tertular virus ini ketika tidak sengaja menelan atau menghirup percikan cairan tubuh atau kotoran unggas yang terinfeksi. Penularan juga bisa terjadi bila seseorang menyentuh mata, hidung, atau mulutnya dengan tangan yang sudah terkontaminasi virus dari cairan tubuh atau kotoran unggas. Mengonsumsi daging unggas, telur, dan daging sapi yang tidak dimasak dengan benar.  

Terkadang flu burung tidak menimbulkan gejala sama sekali. Namun, gejalanya dapat bervariasi dari ringan hingga berat. Secara umum, gejalanya mirip dengan flu (musiman), seperti:

  • Demam
  • Batuk
  • Sakit tenggorokan
  • Hidung berair atau tersumbat
  • Nyeri otot atau badan
  • Kelelahan
  • Sakit kepala
  • Mata merah (konjungtivitis)
  • Diare

Pada kasus infeksi berat, flu burung bahkan bisa menyebabkan infeksi paru-paru (Pneumonia), gagal napas, dan gangguan saraf yang membutuhkan perawatan lebih lanjut di rumah sakit.

Anamnesis atau tanya jawab kepada pasien mengenai keluhan dan gejala yang dialami riwayat kesehatan, riwayat perjalanan, dan kegiatan yang baru dilakukan pasien. Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik. Apabila dokter mencurigai pasien terjangkit flu burung, pemeriksaan lanjutan akan dilakukan guna memastikan diagnosis, yaitu:

  • Kultur swab (usap) hidung dan tenggorokan, untuk memeriksa adanya virus pada hidung atau tenggorokan.
  • Tes darah, untuk mengetahui kadar sel darah putih yang berfungsi melawan infeksi di dalam tubuh.
  • Foto rontgen dada, untuk mendapatkan gambaran kondisi paru-paru.
  1. Mitos: Flu burung sama dengan flu biasa
    Fakta: Flu burung berbeda dengan flu musiman biasa. Virus penyebabnya berbeda dan flu burung dapat menyebabkan penyakit yang lebih berat, termasuk pneumonia, gagal napas, hingga kematian pada beberapa kasus.
  2. Mitos: Flu burung mudah menular antar manusia
    Fakta: Hingga saat ini, penularan antar manusia masih sangat jarang terjadi. Sebagian besar kasus pada manusia berhubungan dengan kontak langsung dengan unggas sakit, unggas mati, atau lingkungan yang terkontaminasi virus.

  3. Mitos: Konsumsi ayam dan telur bisa menyebabkan flu burung
    Fakta: Daging ayam dan telur tetap aman dikonsumsi jika dimasak matang sempurna. Virus flu burung dapat mati pada suhu tinggi. Yang perlu dihindari adalah konsumsi daging mentah, telur setengah matang, atau produk unggas dari hewan yang sakit.

  4. Mitos: Vaksin influenza memberikan perlindungan terhadap infeksi H5N1
    Fakta: Vaksin influenza musiman saat ini tidak melindungi manusia dari infeksi virus influenza A hewan, termasuk virus H5N1.

Baca juga : Demam Tifoid (Tipes)

0 Disukai

22 Kali Dibaca