Terkadang flu burung tidak menimbulkan gejala sama sekali. Namun, gejalanya dapat bervariasi dari ringan hingga berat. Secara umum, gejalanya mirip dengan flu (musiman), seperti:
- Demam
- Batuk
- Sakit tenggorokan
- Hidung berair atau tersumbat
- Nyeri otot atau badan
- Kelelahan
- Sakit kepala
- Mata merah (konjungtivitis)
- Diare
Pada kasus infeksi berat, flu burung bahkan bisa menyebabkan infeksi paru-paru (Pneumonia), gagal napas, dan gangguan saraf yang membutuhkan perawatan lebih lanjut di rumah sakit.
Anamnesis atau tanya jawab kepada pasien mengenai keluhan dan gejala yang dialami riwayat kesehatan, riwayat perjalanan, dan kegiatan yang baru dilakukan pasien. Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik. Apabila dokter mencurigai pasien terjangkit flu burung, pemeriksaan lanjutan akan dilakukan guna memastikan diagnosis, yaitu:
- Kultur swab (usap) hidung dan tenggorokan, untuk memeriksa adanya virus pada hidung atau tenggorokan.
- Tes darah, untuk mengetahui kadar sel darah putih yang berfungsi melawan infeksi di dalam tubuh.
- Foto rontgen dada, untuk mendapatkan gambaran kondisi paru-paru.
- Mitos: Flu burung sama dengan flu biasa
Fakta: Flu burung berbeda dengan flu musiman biasa. Virus penyebabnya berbeda dan flu burung dapat menyebabkan penyakit yang lebih berat, termasuk pneumonia, gagal napas, hingga kematian pada beberapa kasus. -
Mitos: Flu burung mudah menular antar manusia
Fakta: Hingga saat ini, penularan antar manusia masih sangat jarang terjadi. Sebagian besar kasus pada manusia berhubungan dengan kontak langsung dengan unggas sakit, unggas mati, atau lingkungan yang terkontaminasi virus. -
Mitos: Konsumsi ayam dan telur bisa menyebabkan flu burung
Fakta: Daging ayam dan telur tetap aman dikonsumsi jika dimasak matang sempurna. Virus flu burung dapat mati pada suhu tinggi. Yang perlu dihindari adalah konsumsi daging mentah, telur setengah matang, atau produk unggas dari hewan yang sakit. -
Mitos: Vaksin influenza memberikan perlindungan terhadap infeksi H5N1
Fakta: Vaksin influenza musiman saat ini tidak melindungi manusia dari infeksi virus influenza A hewan, termasuk virus H5N1.
Belum Ada Komentar