Kamis, 12 Februari 2026 12:00 WIB

Jerawat (Acne)

picture-of-article

Acne merupakan istilah medis untuk jenis jerawat. Kondisi ini biasanya muncul di wajah dan punggung.

Penyebab utama acne antara lain:

  • Peningkatan produksi sebum dan tersumbatnya folikel rambut

    Pada masa pubertas hormon androgen akan meningkat dan membuat kelenjar minyak pada folikel rambut memproduksi sebum lebih banyak dari biasanya. Sebum dan sel kulit mati biasaya keluar melalui pori-pori kulit, sehingga perlu dibersihkan setiap hari. Bila tidak, sebum dan sel kulit mati tersebut dapat menyumbat pori-pori dan menumpuk di dalamnya.

    Inilah yang menjadi proses awal terbentuknya jerawat atau acne.
     
  • Peradangan dan infeksi bakteri
    Jerawat (Acne) muncul ketika pori-pori atau tempat tumbuhnya rambut tersumbat lalu meradang atau terinfeksi bakteri.

    Dinding folikel bisa membengkak dan membentuk komedo putih (white head). Atau sumbatnya terbuka ke permukaan kulit dan menjadi gelap, sehingga terbentuk komedo hitam (black head), komedo hitam sering terlihat seperti kotoran di pori-pori. Dimana sebenarnya, pori-pori tersebut tersumbat oleh minyak dan bakteri.

 

Beberapa faktor risiko yang bisa menyebabkan acne, antara lain:

  • Perubahan hormon saat menstruasi atau hamil.
  • Penggunaan obat-obatan tertentu, seperti kortikosteroid dan litium.
  • Penggunaan kosmetik atau perawatan kulit yang tidak tepat.
  • Kebersihan kulit.
  • Riwayat keluarga, apabila kedua orang tua memiliki riwayat jerawat, kemungkinan besar akan mengalaminya juga.
  • Udara lembap.
  • Keringat berlebih.
  • Stres.
  • Sindrom ovarium poliksitik (PCOS)

Acne atau jerawat dapat berdampak pada kondisi fisik maupun mental, antara lain:

  • Bekas jerawat, seperti bopeng, keloid, dan noda hitam, terutama pada jerawat yang mengalami peradangan parah.
  • Infeksi akibat memencet jerawat, yang dapat memperparah peradangan dan meningkatkan risiko bekas luka.
  • Masalah psikologis, seperti menurunnya rasa percaya diri.

Jerawat dapat dicegah dengan menjaga kebersihan kulit dan menerapkan pola hidup sehat secara konsisten. Selain faktor hormon, kebiasaan sehari-hari juga berperan besar dalam mencegah munculnya jerawat. Dengan perawatan yang tepat, risiko jerawat berulang dapat diminimalkan melalui langkah berikut:

  • Bersihkan wajah 2 kali sehari dengan sabun sesuai jenis kulit dan mengeringkan daerah wajah dengan handuk bersih, serta membiasakan diri untuk mandi setelah aktivitas yang banyak keringat.
  • Rutin mengganti sarung bantal, sprei, dan masker wajah agar kotoran tidak menumpuk.
  • Jaga kebersihan rambut dan alat make up, seperti kuas atau spons.
  • Hindari produk skincare dan kosmetik yang bersifat komedogenik.
  • Pilih pakaian yang nyaman dan tidak menimbulkan gesekan berlebih pada kulit.
  • Terapkan pola makan seimbang, perbanyak sayur dan buah, serta batasi konsumsi makanan tinggi lemak dan gula.
  • Cukupi kebutuhan cairan, istirahat yang cukup, dan kelola stres dengan baik.

Untuk membantu mempercepat proses penyembuhan jerawat, berikut obat yang bisa digunakan untuk mengatasi jerawat:

  • Obat oles, yang bisa dioleskan langsung ke kulit yang berjerawat dna biasanya digunakan untuk mengatasi jerawat ringan hingga sedang. Kandungannya bisa berupa benzoyl peroxide, tretinoin/retinoid, adapalane, asa, azaleat, antibiotik oles, atau nicotinamide.
  • Obat minum, biasanya digunakan untuk mengatasi jerawat parah dan harus digunakan berdasarkan resep dari dokter. Obat minum dapat mengandung antibiotik seperti doxycycline atau tetracycline, pil KB kombinasi, atau antiandrogen.

Selain penggunaan obat, jerawat juga dapat diatasi dengan perawatan berikut ini:

  • Peeling, untuk mengelupas kulit yang berjerawat menggunakan bahan kimia, seperti asam salisilat retinoid, sehingga tumbuh lapisan kulit baru.
  • Pengangkatan (ekstraksi) komedo, menggunakan alat khusus dan steril.
  • Terapi laser untuk meredakan peradangan pada jerawat.
  • Terapi mikrodermabrasi, untuk mengangkat sel-sel kulit mati dan mengurangi bekas jerawat.
  • Suntik kortikosteroid ke jerawat yang meradang, untuk mengempiskan jerawat modul atau kista serta meredakan nyeri.

Mari kenali berbagai mitos dan fakta tentang jerawat:

  1. Mitos: Jerawat hanya dialami oleh remaja.

    Fakta: Kebanyakan orang memang mulai mengalami masalah jerawat pada usia remaja karena adanya perubahan kadar hormon yang terjadi pada masa pubertas. Meski begitu, tidak menutup kemungkinan bagi orang dewasa untuk mengalami masalah kulit ini. Faktor hormon, mengalami stres, penggunaan produk yang tidak cocok, kebiasaan membersihkan wajah dengan tidak benar, paparan polusi udara atau udara lembap, pola makan tinggi lemak atau gula bisa memicu jerawat di berbagai usia.
     
  2. Mitos: Memencet jerawat dapat mempercepat proses penyembuhan.

    Fakta: Kebiasaan memencet jerawat dengan tangan atau alat yang tidak steril justru bisa memperburuk peradangan serta berisiko menimbulkan scar acne (bopeng bekas jerawat), bahkan infeksi.
     
  3. Mitos: Sering mencuci muka dapat mempercepat proses penyembuhan.

    Fakta: Kebiasaan mencuci muka secara berlebihan justru bisa menghilangkan kelembapan alami pada kulit, menyebabkan iritasi dan memicu produksi sebum/minyak berlebih yang dapat memperburuk kondisi jerawat.
     
  4. Mitos: Jerawat yang tumbuh di lokasi tertentu memiliki makna khusus.

    Fakta: Pada dasarnya jerawat bisa timbul di mana saja apabila daerah kulit tersebut terdapat folikel rambut yang tersumbat oleh kotoran, minyak berlebih dan mengalami peradangan ataupun infeksi.
     
  5. Mitos: Kacang tidak bagik bagi yang sedang berjerawat.

    Fakta: Kacang mengandung Omega 3, lemak baik yang bagus untuk mengatasi akibat lemak seperti jerawat. Namun tidak dianjurkan konsumsi kacang yang diolah dengan digoreng mengandung tinggi lemak jenuh/jahat.

Baca juga : Infeksi Jamur Kulit

0 Disukai

52 Kali Dibaca